Penulis: Iswatun Ulia (pict: google.com) Terhitung sejak tiga hari ini, saya menemukan sebuah tempat di dalam rumah –yang- kemudian saya tasbihkan tempat itu sebagai tempat favorit. Sebuah sudut yang tidak begitu luas, bahkan bisa dibilang sempit. Sudut atas anak tangga. Bagi sebagian orang yang melihat, pasti akan lebih mempersilahkan saya untuk berpindah ke tempat yang lebih luas. Namun, siapa mengira kalau saya sebagai pelaku telah menemukan kenyamanan di sini. Kenyamanan yang orang lain tidak bisa merasakan. Hampir sepanjang hari saya menghabiskan waktu di sudut ruang ini. Entah membaca buku, mengerjakan bisnis, mencari informasi, mendengarkan musik, atau bahkan sekadar menikmati udara luar yang bisa dengan bebas masuk. Karena kebetulan, ruang ini bisa dibilang seperti balkon, namun bedanya di tempat ini tidak begitu luas seperti balkon rumah yang bertingkat pada umumnya, melainkan hanya ruang sempit yang dibatasi dinding. Namun sudut ini cukup repr...
A Miracles comes from a Sentence