Picture : Kafe Bukit Senja Kopi Di tengah hiruk pikuk keramaian kota, kita selalu dituntut untuk melakukan hal-hal yang menuntut kesempurnaan. Menjadi sempurna pun tentu menjadi idaman dan dambaan bagi siapapun. Kesempurnaan dalam segala hal, baik pekerjaan, penampilan, dan segala hal yang melingkupi dalam kehidupan. Seringkali kita lupa, ada jiwa yang perlu kita olah dan kita istirahatkan. Terlalu memburu dan memaksakan sesuatu memang tidak bagus. Apalagi menuntutnya untuk menjadi sempurna. Karena itu berarti, tanpa kita sadari kita memaksakan diri kita untuk menjadi sempurna. Padahal sebenarnya, belum tentu kita mampu. Ibarat anak bayi yang dituntut berlari, padahal ia belum memasuki waktunya berlari, bahkan berjalan sekalipun. Selain bercerita dengan orang yang bisa kita percaya, bertemu dalam diri juga bisa dijadikan salah satu solusi untuk menguatkan diri kembali. Ketika kita lelah, jenuh dan ingin menyerah dalam menghadapi kehidupan. Ketika raga sudah tidak bisa diajak...
A Miracles comes from a Sentence