Langsung ke konten utama

Ruang Sendiri, Bertemu dalam Diri


Picture : Kafe Bukit Senja Kopi
Di tengah hiruk pikuk keramaian kota, kita selalu dituntut untuk melakukan hal-hal yang menuntut kesempurnaan. Menjadi sempurna pun tentu menjadi idaman dan dambaan bagi siapapun. Kesempurnaan dalam segala hal, baik pekerjaan, penampilan, dan segala hal yang melingkupi dalam kehidupan.

Seringkali kita lupa, ada jiwa yang perlu kita olah dan kita istirahatkan. Terlalu memburu dan memaksakan sesuatu memang tidak bagus. Apalagi menuntutnya untuk menjadi sempurna. Karena itu berarti, tanpa kita sadari kita memaksakan diri kita untuk menjadi sempurna. Padahal sebenarnya, belum tentu kita mampu. Ibarat anak bayi yang dituntut berlari, padahal ia belum memasuki waktunya berlari, bahkan berjalan sekalipun.

Selain bercerita dengan orang yang bisa kita percaya, bertemu dalam diri juga bisa dijadikan salah satu solusi untuk menguatkan diri kembali. Ketika kita lelah, jenuh dan ingin menyerah dalam menghadapi kehidupan. Ketika raga sudah tidak bisa diajak berkompromi mewujudkan mimpi.

Sebelum menguatkan diri kembali, yang perlu kita lakukan dalam bertemu dalam diri adalah duduk diam hening sejenak, tarik nafas, kemudian sadari. Sadari kondisi yang terjadi pada saat itu, bahwasanya kamu sedang duduk-diam-bernafas (self healing). Atur nafas hingga otot-otot badan, wajah terasa stabil dan rileks.

Kemudian, jika sudah maka kita perlu mengucapkan maaf kepada diri kita sendiri. Seringkali, kita meminta maaf kepada orang lain. Namun, lupa meminta maaf kepada diri sendiri. Padahal sejatinya, raga kita lah yang senantiasa menemani diri kita ke manapun dan melakukan hal apapun.

Selanjutnya adalah mengucapkan terimakasih kepada diri. Terimakasih karena sudah bertahan menemani langkah sampai hari ini. Terimakasih karena sudah menjadi teman yang baik disaat diri bahagia atau pun sedih. Terimakasih sudah bisa diajak kerjasama untuk menjadi pribadi yang menyenangkan di hadapan orang lain meski sesungguhnya hati dan perasaan sedang tidak karuan.

Setelah menyadari diri dengan tarikan nafas, ucapan maaf dan terimakasih, maka langkah selanjutnya adalah mensugesti diri. Sugesti diri dengan kalimat positif. Bahwasanya, kita adalah pribadi yang semangat.
kita bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Bahwasanya kita mampu melakukan apapun.  Melakukan apapun, untuk dapat menggapai mimpi. Mimpi yang mungkin sempat tersendat di penghujung jalan.

Menyisihkan waktu, mencari ruang sendiri dan bertemu dalam diri adalah bagian dari upaya penguatan diri kembali.
Selamat mencoba,
Selamat bertemu dalam diri!

(Bukit Senja Kopi,
Semarang, 4 Januari 2020 ; 23:04)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...