Oleh penulis: Iswatun Ulia Menjadi perempuan bagi saya adalah sebuah karunia Tuhan yang sangat luar biasa. Mengapa saya mengatakan demikan? Karena bagi saya, perempuan adalah media perbincangan yang tidak pernah tuntas apabila kita ingin mengupasnya. Adalah sebuah huruf dalam kalimat yang tidak pernah mengenal jeda dan titik. Namun, bukan berarti kemudian saya menganggap laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang tidak luar biasa. Sungguh tidak. Keduanya, baik laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang luar biasa. Sangat luar biasa. Namun di sini, saya sebagai penulis ingin menarasikan lebih tentang perempuan berdasarkan perspektif saya sebagai perempuan. Perempuan yang apabila menghargai dirinya sebagai perempuan, adalah perempuan yang sangat istimewa dan luar biasa. Di luaran sana, banyak narasi-narasi perempuan yang merendahkan eksistensi perempuan. Misalnya, peribahasa dalam Bahasa Jawa, bahwasanya perempuan diidentikkan dengan 3M yakni macak, masak dan manak, yan...
A Miracles comes from a Sentence