Pixabay.com Tragedi ketidaksengajaan handphone yang tertinggal di kantor, mengantarkan langkah kaki ku pada suatu ruang. Ruang itu adalah ruang multifungsi yang digunakan untuk ruang perpustakaan, sekaligus ruang konsultasi bagi client yang ingin menceritakan permasalahannya sekaligus memohon bantuan hukum. Jam menunjukkan pukul 15.30 sore. Di luaran, awan tampak gelap, dan angin bertiup agak kencang. Tanda hujan akan turun. Bisikan hati, memilih menunda pulang ke rumah, untuk menghindari hujan, dan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan. Meski jas hujan sebenarnya tersimpan rapi di dalam jok motor. Merasa bosan dengan aktivitas scrolling layar handphone, aku pun memutuskan untuk pergi menuju ruang perpustakaan itu. Sembari mencari buku tentang keperempuanan (feminism), yang bisa kunikmati di sore hari itu. Namun ternyata, buku itu tak kutemukan. Ku buka tirai jendela yang agak tertutup rapat itu agar pandangan mata tampak lebih leluasa. Agar aku, bisa...
A Miracles comes from a Sentence