Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Cerai, Harta gono-gini dan Trauma Perempuan

Pixabay.com Tragedi ketidaksengajaan handphone yang tertinggal di kantor, mengantarkan langkah kaki ku pada suatu ruang. Ruang itu adalah ruang multifungsi yang digunakan untuk ruang perpustakaan, sekaligus ruang konsultasi bagi client yang ingin menceritakan permasalahannya sekaligus memohon bantuan hukum. Jam menunjukkan pukul 15.30 sore. Di luaran, awan tampak gelap, dan angin bertiup agak kencang. Tanda hujan akan turun. Bisikan hati, memilih menunda   pulang ke rumah, untuk menghindari hujan, dan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan. Meski jas hujan sebenarnya tersimpan rapi di dalam jok motor. Merasa bosan dengan aktivitas scrolling layar handphone, aku pun memutuskan untuk pergi menuju ruang perpustakaan itu. Sembari mencari buku tentang keperempuanan (feminism), yang bisa kunikmati di sore hari itu. Namun ternyata, buku itu tak kutemukan. Ku buka tirai jendela yang agak tertutup rapat itu agar pandangan mata tampak lebih leluasa. Agar aku, bisa...

Surat untuk Santa Claus

Doc. Salatiga, 2018 Dear Santa Claus, Namaku Iswatun Ulia. Orang-orang, memanggilku Ulia. Ini adalah kali pertama aku menuliskan surat untuk mu. Semoga kau berkenan berkawan baik dengan ku. Oh iya, bagaimana istirahat mu selama setahun ini? Semoga kamu bisa tidur dengan nyenyak ya, dan menyaksikan anak-anak yang berbuat baik selama setahun ini dalam mimpi mu. Tak terasa satu tahun berlalu, kini tiba saat nya kau terbangun dan kembali datang untuk memberikan hadiah-hadiah yang sudah mereka tuliskan untukmu. Hari Natal, adalah hari yang juga aku nantikan setelah hari raya Idul Fitri. Hal-hal yang aku senangi adalah tentang simbol-simbol perayaan Hari Natal. Mulai dari pohon natal sampai dengan pernak-pernik hiasan, juga lampu yang membalut pohon natal agar terlihat semakin indah. Tak hanya itu, juga tentang souvenir yang berciri khas warna merah, bahkan film-film di televisi yang selalu diputar pada saat menjelang hari natal. Santa, Aku memberanikan menulis surat ini un...

Menjadi Bahagia Tidak Hanya dengan Menikah

Source : Pixabay.com “Pekerjaan paling berat adalah menjadi orang tua. Karena menjadi orang tua, adalah pekerjaan seumur hidup” Hari ini, aku mencoba memeluk perempuan lain. Dengan cara apa? Menanyakan kabar dan kondisinya sekarang. Sederhana, memang. Jarak yang cukup jauh menjadikan teks yang dibalut dalam kecanggihan teknologi sebagai media yang paling mudah untuk saling bertukar kabar maupun informasi. Terhitung sudah sekitar tiga bulan tidak lagi tinggal satu atap, membuatku ingin mendengar cerita dan kondisinya sekarang. Hanya sekadar ingin mendapat kepastian bahwasanya dia sedang baik-baik saja dan nyaman dengan kehidupannya sekarang. Namun ternyata dugaanku salah. Semua tidak sama dengan apa yang aku pikir dan harapkan. Aku begitu sangat penasaran, apa sebenarnya yang menyebabkan ia hingga ingin pergi untuk merantau kembali, setelah empat tahun berada di Kota Lumpia, Semarang untuk menyelesaikan pendidikan. Bukankah bagi sebagian orang, hidup bersama dengan...