Source: http://pinterest.com
“Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller
Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.
Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesama. Kehidupan yang semestinya berlangsung dalam suasana nyaman, tenteram dan damai lantas mereka kacaukan dengan aura kebencian, kemarahan, iri hati, dendam, dan dengki.
Martin Luther King Jr mengatakan, ‘Kegelapan tak dapat mengenyahkan kegelapan; hanya cahaya yang mampu melakukannya. Kebencian tak dapat mengenyahkan kebencian; hanya cinta yang mampu melakukannya. ‘ Sementara disisi lain, akibat buruk kebencian, dan rupa-rupa penyakit hati itu, hanya akan membuahkan akibat-akibat negatif.
‘Kebencian meninggalkan bekas-bekas yang buruk; cinta meninggalkan bekas-bekas yang indah,’ kata Mignon McLaughlin. Kebencian akan menumbuhkan sakit hati dan dendam, yang kemudian akan menciptakan kekerasan dan kekejian yang tiada terkira. Manusia yang seharusnya berjuluk sebagai makhluk beradab, tak dapat dimungkiri bahwa akhirnya menyadang predikat sebagai makhluk biadab.
Alangkah indahnya bila dunia ini lebih banyak diwarnai oleh cinta daripada benci. Marilah kita makin giat membudayakan cinta. Kita yakin bahwa cinta adalah resep paling mujarab bagi kebahagiaan segenap umat. Kata Prof. Hawkins dari Amerika ‘Kebanyakan orang sakit diakibatkan tiadanya kasih dalam dirinya. Mereka sakit karena hal-hal negatif yang mendominasi pikirannya; suka mengeluh, bersedih, dendam kepada orang lain, dan selalu menyalahkan orang lain’.
Mari tumbuhkan cinta dalam diri sebagai topic yang mendominasi pikiran kita. Cinta dalam hal ini bukan sekadar sebagai reaksi. Sebab, ketika cinta adalah sebuah reaksi, kita hanya akan menunjukkan rasa cinta kepada mereka yang dianggap telah melakukan hal-hal baik untuk kita. Namun, jika kita memandang bahwa cinta adalah sebuah keputusan, kita akan selalu mendahului untuk menunjukkan rasa cinta kepada orang lain tanpa melihat latar belakang dan apa yang mereka perbuat kepada diri kita. Tentu saja, kita dapat menunjukkan cinta kita dengan rasa dan cara yang berbeda.
Cinta adalah manakala kebahagiaan orang lain lebih penting daripada kebahagiaan diri sendiri’ kata H. Jackson Brown Jr. ‘Bekerjalah seakan-akan tak memerlukan uang, berdansalah seakan-akan tiada menyaksikan, cintailah sesama seakan-akan tak pernah tersakiti,’ kata Satchel Paige, seorang legenda bisbol Amerika. Teristimewa bagi pasangan hidup yang telah dan akan mengarungi bahtera pernikahan, ‘Pernikahan yang sukses memerlukan jatuh cinta berulang kali dan sesering mungkin terhadap orang yang sama’. ‘Hal terbaik yang layak dilakukan seorang ayah bagi anak-anaknya ialah mencintai Ibu mereka’ Theodore Hesburgh, Presiden Universitas Notre Dame.
____
*YPK eLSA Puteri, (23 April 2021; 04:30)

Komentar
Posting Komentar