Langsung ke konten utama

Kapitalisme Menyiksa Kaum Lemah

     Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dikendalikan oleh swasta (individu/pribadi). Kapitalisme merupakan suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, dimana pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar. Sistem kapitalisme sepenuhnya memihak dan menguntungkan pihak pribadi (kaum bisnis). Seluruh keputusan yang menyangkut bidang produk baik alam maupun tenaga kerja dikendalikan oleh pemilik dan diarahkan untuk mendapakan keuntungan sebesar-besarnya.
       Latar belakang munculnya kapitalisme yaitu pada abad ke 14 sampai 16. Kapitalisme mulai mendominasi kehidupan perekonomian dunia Barat sejak runtuhnya feodalisme. Pada abad 8 terjadi penyimpangan besar-besaran hingga muncullah abad pencerahan (Renaisance) yang ditandai dengan munculnya para filsuf. Akar kapitalisme dalam beberapa hal bersumber dari filsafat Romawi kuno. Kapitalisme berkembang secara bertahap dari feodalisme kaum elit yang menguasai tanah masyarakat, hingga menyebabkan masyarakat tidak bisa memproduksi dan mengolah tanah yang mereka miliki. Hingga menyebabkan munculnya perlawanan masyarakat.
       Adam Smith merupakan tokoh yang dikenal sebagai "Bapak Kapitalisme". Salah satu point ajarannya yaitu "laissez faire" atau pasar bebas dengan invisible hand. Maksud dari pasar bebas adalah apabila seseorang memiliki uang maka dia bebas memilih dan membeli produk. Tokoh lain dari ekonomi kapitalis adalah John Maynard Keyness. Pemikiran Adam Smith dan J.M Keyness berbanding terbalik. Adam Smith menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan intervensi terhadap pasar apabila terjadi krisis besar-besaran. Kelemahan pemikiran keyness adalah bahwa Keyness berhasil mengyrangi pengangguran namun tidak berhasil memvuka pasar. Sehingga pasar hanya bisa dibuka dengan jalan peperangan. 
        
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...