Resensi Film
Judul. : The Look of Silent
Siutradara : Joshua Oppenheimer
Judul. : The Look of Silent
Siutradara : Joshua Oppenheimer
Masa kelam yang dialami bangsa Indonesia, memang melukiskan sejarah tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Seperti dalam film The Look of Silent "Senyap" karya Joshua Oppenheimer. Film ini menceritakan kembali mengenai kejamnya kelompok komunis di Indonesia. Lebih dari satu juta orang dibantai dan para pembantai itu masih ada sampai saat ini. Dengan alasan membela negara, mereka tega membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Memang begitu menyakitkan jika salah seorang keluarga kita dibunuh dan dibantai secara sadis. Terlebih jika mengetahui bahwa salah seorang anggota keluarga terlibat didalamnya.
Adalah Adi Marwan, seorang penjual jasa kacamata. Ia adik Ramli yang merupakan korban pembantaian PKI. Ramli adalah salah seorang korban diantara 32 korban yang dibunuh paling keji. Ramli dibunuh dengan cara dibacok, perut di 'kowek' hingga organ dalamnya keluar, punggung jebol, dan tewas setelah kelaminnya dipotong oleh anggota PKI. Seperti yang digambarkan dalam buku yang berjudul Embun Berdarah dalam film Senyap tersebut. Buku itu merupakan penggambaran proses pembantaian yang dialami korban yang dibuang kedalam Sungai Ular.
Adi mendatangi satu persatu orang yang terlibat dalam pembantaian kakaknya. Dia melakukan wawancara pada mereka, namun tidak bermaksud membalas dendam atas kematian kakaknya. Melainkan Ia hanya berharap mereka bertaubat, menyesali perbuatannya dan dengan begitu Adi bisa memaafkan mereka.
Film yang disutradarai oleh Joshua Oppenheimer ini begitu apik disajikan. Pada awal cerita mungkin alur cerita membingungkan karena yang pertama ditampilkan adalah seorang istri (nenek) yang sedang wmemandikan suaminya (kakek) yang sudah mulai pikun. Namun, mungkin itu yang menjadi kelebihan dari film ini. Film ini layaj ditonton untuk semua kalangan. Dengan begitu sejarah yang terlupakan, kini dapat terungkap kembali bahwa betapa berjasanya pahlawan Indonesia dalam melawab kejamnya komunis. Jas Merah.
(Iswatun Ulia_UINWS).

Komentar
Posting Komentar