Hari ini, 31 Januari 2017 engkau telah resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Hari ini juga adalah hari yang sangat kau nantikan, puncak dari segala proses yang kau jalani selama kurang lebih 4 tahun. Bertempat di auditotium 2 kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, tali toga yang berada di kiri kepalamu itu disampirkan oleh Rektor ke sebelah kanan. Aku yakin tak ada satu katapun yang bisa mewakili rasa haru bercampur bangga pada saat itu.
Dziya'ul Lami' atau wanita yang akrab disapa Zizi itu adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam prodi Ekonomi Islam. Mungkin aku akan sedikit menceritakan tentangnya dalam versiku selama aku mengenalnya. Awal mula bertemu dengannya pada saat itu ketika tahun ajaran baru, yang mana aku pada saat itu tergabung dalam Mahasiswa Baru (Maba) UIN Walisongo prodi Ekonomi Islam yang pada saat itu sedang mengikuti program pelatihan pembuatan makalah di auditorium 2 yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-saat ini menjadi DEMA). Aku masih ingat betul, pada saat itu Ka zizi (sapaan akrabku) menjadi moderator sebagai pemandu jalannya acara. Setelah acara selesai, aku bertemu dengannya di depan ruangan pelatihan pembuatan makalah tadi dan menyempatkan diri untuk mengobrol dengannya. Aku ingat betul, pada saat itu ka zizi memakai kaos biru lengan panjang bertuliskan 'Justisia' yang memenuhi area depan baju itu. Dengan santainya ia duduk di atas jok motor yang sedang diparkir sembari menjelaskan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Walisongo. Ditengah perbincangan kami, ka zizi mengajakku untuk bergabung dalam Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Justisia, dengan segala rayuannya bak sales promotion girls yang sedang menawarkan produk baru. Mungkin bisa pembaca bayangkan betapa dahsyatnya rayuannya hingga aku berhasrat untuk dapat bergabung bersamanya di LPM Justisia.
LPM Justisia adalah salah satu UKM-Fakultas yang bergerak dalam bidang kejurnalistikan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Salah satu yang menjadi minat dan pembeda UKM ini dengan UKM yang lain adalah jika dalam LPM ini, literasi mahasiswa membaca dan menulis sangat diprioritaskan. Karena menurutku, hal itu memang hal yang sangat mutlak harus disadari sebagai mahasiswa. Mungkin dengan bergabung dengan LPM ini, aku dapat melanjutkan hobbi membaca ku yang sempat vacum setelah lulus SMK. Hingga singkat cerita, aku melewati berbagai tahap seleksi dan dinyatakan lolos menjadi Kru Magang.
Kru Magang, sebutan bagi anggota baru yang berproses selam satu tahun itu aku lalui di LPM Invest. LPM Invest adalah LPM baru hasil dari adanya pemekaran Fakultas Syariah dan Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Adanya pemekaran fakultas ini, menjadikan LPM justisia dan LPM Invest berpisah. Berikut beserta senior-seniornya. Namun permisahan LPM ini tetap terjalin hubungan baik. Bahkan sangat baik. Meski ada beberapa kru yang mungkin shock dan belum bisa menerima kenyataan jikalau mereka harus berpisah LPM. Adalah hal yang wajar, karena mereka tidak hanya berproses satu atau dua bulan, melainkan beberapa tahun. Dalam kurun waktu itu juga mereka habiskan untuk berproses dan belajar bersama untuk mencerdaskan diri.
Berpisahnya LPM ini, juga merupakan awal kedekatanku bersamanya. Ka zizi. Karena memang, angkatanku 2014 adalah angkatan perdana yang murni berdarah LPM Invest meski kita menginduk pada senior berdarah Justisia. Ka Zizi, adalah Pimpinan Umum (PU) LPM Invest. Dalam kepengurusannya semua berjalan sesuai koridor. Meski dalam hal penerbitan LPM Invest terkadang tak sesuai rencana. Tapi itu adalah hal yang pasti dialami oleh semua LPM. Terlebih kami adalah LPM baru. Bersamanya, kami selalu mendapatkan pengarahan. Mulai dari rapat redaksi, penugasan rubrik, pembagian dan penjelasan tugas agenda, pendampingan diskusi setiao sore, diskusi nonformal di angkringan, bahkan tak jarang ka zizilah yang membayar total pengeluaran konsumsi kami. Dan setiap itu, aku cuma bergumam dalam hati, semoga Tuhan menggantinya dengan yang lebih. Aamin.
Kurang lebih selama dua tahun lebih atau lima semester ini aku mengenalnya. Menjalani proses bersamanya, selalu merepotkannya jikalau situasi malam tidak memungkinkan aku untuk tidur di kos, meminta bantuannya untuk menjadi pemateri atau pemantik dalam diskusi meski terkadang menginfokan mendadak namun tidak pernah menolak, yang ia katakan hanya "besok kalau minta tolong lagi jangan mendadak ya dek, kan perlu belajar juga". Cuma itu, tidak pernah ia menolak. Dan yang paling membuatku bangga darinya, meski pengalaman di dunia luar telah banyak ia dapatkan, dan ilmu yang ia miliki mungkin sudah bisa dibilang lebih dari yang lain tak membuatnya untuk terus belajar. Bersamanya juga aku selalu meminta bantuan solusi atas permasalahn yang terjadi di organisasi. Dan tak pernah sekalipun ia mengeluh ataupun bosan mendengar curhatan permasalahanku. Bahkan selalu saja ia menjadi penasihat dan mencarikan solusi jalan keluar setiap permasalahan. Dengannyalah aku bersandar. Dengannyalah aku merasa nyaman. Denganyalah aku menemukan sesosok kakak baru dalam hidupku, ditengah keberadaanku yang jauh dari keluarga. Bersamanya, beribu ungkapan rasa dan jutaan kata tak mampu diungkapkan. Hanya satu, Hati. Dengan Hati-lah hatiku bisa merasakan semuanya itu.
Bersama tetesan air mata ini, kuucapkan selamat untukmu, wahai wanita tangguhku. Wanita yang menjadi inspirasi dalam hidupku setelah ibu yang telah melahirkanku. Semoga segala ilmu yang kau dapatkan dapat bermanfaat dan menjadi ilmu yang barakah untukmu dan orang-orang disekelilingmu. Hari ini, tepat di hari wisudamu bukanlah akhir dari segala proses yang telah kau lalui. Tapi hari ini, besok dan seterusnya adalah langkah awal untukmu menjalani proses-proses baru untuk menjadikan hidupmu semakin berkualitas. Menjalani hidup sebagimana sejatinya kehidupan. Sebagaimana manusia yang tak mungkin dapat hidup sendiri, kudoakan semoga engkau mendapatkan cinta yang berkualitas, jodoh yang mampu memimpinmu kedalam agama-Nya untuk mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat. Semoga restu kedua orang tua selalu mengalir di hidupmu, dan semoga kebahagiaan selalu dilimpahkan Tuhan disetiap detik hidupmu, ka zizi. Aamiin.. Mungkin ini hanyalah kata-kata yang tak berarti, namun dengan inilah untaian kata sederhana yang mampu aku rangkai untukmu. Sekali lagi, Selamat, semoga Tuhan melindungimu dimanapun berada. Amiin !
Semoga dipengurusan kami kedepan mampu membawa LPM Invest lebih baik, lebih berdedikasi, dan mampu menciptakan kader berkualitas juga loyalitas.
Terimakasih untuk segalanya ka zizi.
Semarang, (31/01)
Little Sisters,
~ Iswatun Ulia

Komentar
Posting Komentar