Langsung ke konten utama

Aku, dan Suara Dentuman Bom di Character Building




Pelatihan soft skill kedua dari Djarum Beasiswa Plus adalah Character Building (CB). Merupakan pelatihan soft skill kedua yang diberikan kepada Beswan Djarum setelah Nation Building. Character Building atau CB merupakan pelatihn softskill untuk membangun karakter atau membentuk karakter beswan djarum menjadi pribadi yang berkarakter baik dan sigap dalam menghadapi segala situasi. CB dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari, yang mna terdiri dari lima batch. Dan aku, Iswatun Ulia Beswan UIN Walisongo yang tergabung di Regional Semarang mengikuti CB di batch 3, pada tanggal 4-7 Januari 2016.

Pukul 16.00 aku berangkat menuju RSO dibonceng temanku, Dewi Mufidah. Hujan yang mengguyur kota Simpang Lima itu, tak melunturkan semangatku untuk mengikuti CB. Sekitar 45 menit perjalanan menuju RSO yang ku tempuh melalui sepeda motor akhirnya tiba di Kantor Djarum Jl. Pandeyan Lamper IV. Pada saat itu juga aku dan temanku Dewi berpisah sembari berjabat tangan. "Semangat ya Bu Beswan", seperti itu kalimat yang terucap darinua untuk menyemangatiku. Terimakasih banyak kawan.

Tepat pukul 21.00 kami, yang tergabung dengan 11 teman Beswan lain memasuki kereta menuju Bandung. Perjalanan kami tempuh Semarang-Bandung sekitar 9 jam. Di dalam kereta, aku duduk bersama teman Beswan UIN Walisongo, Khairul Umam. Perjalanan menuju Bandung dalam kereta kita habiskan untuk mengobrol membahasa segala macam topik, termasuk proyek Community Empowerment (CE) untuk pengembangan perekonomian suatu komunitas. Sambil sesekali mengisi amunisi untuk para cacing yang berdemo dalam perut dengan snack yang telah di sediakan pembina untuk bekal selama perjalanan. (Terimakasih mas Danny Santoso). Dan menikmati perjalanan kami luangkan untuk tidur, beristirahat sembari menyiapkan energi.

Tepat sekitar pukul 05.15 kereta berhenti di stasiun Bandung. Udara segar pagi kota Bandung menyambut kami sambil sesekali suara Bel khas stasiun memenuhi stasiun yang cukup besar itu. Mungkin bisa dibilang, ini adalah kali pertamanya aku ke Bandung. It's first my experience God ! Kami yang tergabung di Regional semarang turun dan menunggu Beswan Regional Yogyakarta. Setelah menunggu satu jam akhirnya kita bertemu dan memutuskan untuk duduk sembari menunggu bus jemputan kami. Selayaknya sudah menjadi tradisi bagi orang yang baru bertemu, kami saling berkenalan satu sama lain. Padhal mungkin setelah kenalan biasanya sih lupa lagi namanya. Wajar lah yaa.. Ketemu aja gak sering. Hehe

Tiba-tiba salah seorang pria mungkin usia nya sekitar 23 tahun-an datang dan mengajak kami untuk menuju bus. Dan ternyata dia adalah kakak Beswan Senior Bandung. Akhirnya kami pun menuju bus melanjutkan perjalanan ke tempat Character Building. Pandanganku tak pernah lepas melihat pemandangan kanan-kiriku. Ternyata apa yang selama ini aku dengar bahwa Bandung tu adem, sejuk itu benar adanya. Ditambah suasana mendung dan grimis kecil menemani perjalanan kami. 

Jalanan yang berliuk menggoyangkan duduk kami di dalam bus. Atmosphere di dataran tinggi pegunungan semakin terasa, dari kejauhan aku melihat orang-orang memakai jaket, sarung tangan, cindung dan syal dengan maksud menghangtkan badan. Tapi tak jarang aku melihat orang berlalu lalang tanpa menggunakan atribut penghangat badan. Dan benar, ternyata sebelum menuju tempat CB aku beserta beswan lain diajak jalan-jalan di Tangkuban perahu terlebih dahulu. Tempat yang aku dengan selama ini cuma dalam cerita dan tayangan-tayangan yang ada di televisi. Dan ternyata menakjubkan. Ini adalah salah satu kado Tuhan untukku. Thank you God ! I'll always remember that moment.

Seperti biasa, kalau di tempat baru, apalagi kalau gak ngeluarin handphone, pilih menu kamera. Yaps! Selfi. itulah cara setiap manusia untuk mengabadikan moment dimanapun dan kapanpun. Setelah puas berselfie dan menyempatkan diri untuk menikmati jagung bakar di area Tangkuban Perahu, tiba waktunya aku dan rombongan harus menuju tempat CB.

Tepat jam 12.00 kami menuju bus di area parkir, jarak dari tempat wisata tangkuban perahu menuju Zona 235 sekitar 15 menit. Tidak terlalu jauh. Ternyata, kami sudah ditunggu sama pelatih zona 235. Mereka adalah pelatih sekaligus teman selama 3 hari kedepan. Setelah mendapatkan beberapa perlengkapa (2 pasang baju, topi, tempat minum + botol, laundry bag) kami menikmati santap siang dan memasuki ruang tidur sekaligus menaruh perlengkapan, ya tempat itu adalah 'Barak'. Jika dibandingkan dengan kegiatan soft skill yang pertama, nation building tentunya ini sangat berbeda 180 derajat. Jika dulu di hotel bintang Empat (Grand Candi) sekarang pun juga di hotel, hotel bintang seribu. Hotel di tengah hutan, dibawah bintang-bintang di langit, tanpa pendingin AC. Karena tanpa AC pun udara teap dingin. Mungkin tepatnya adalah menyatu dengan alam. Tapi namanya juga Character Building, ya memang harus begitu. Menumbuhkan karakter diri, bagaimana kita bisa mengelola diri di tengah hutan. Harus bersabar ! (Hehe).

Satu per satu rombongan beswan regional Surabaya, Jakarta, Bandung mulai berdatangan. Menandakan upacara pembukaan Character Building segera dilaksanakan. Dan benar, sekitar jam 18.00 upacara pembukaan CB dilakukan, dipimpin Komandan Pelatih Syaiful Joko. Gladi pun dilaksanakan. Semua berjalan lancar. Namun ada hal yang sangat mengagetkan, saat pengesahan pembukaan acara CB tiba-tiba terdengar dentuman suara bom diledakan. "Duaaarrrrrr" sontak, para beswan pun kaget bukan main. Tanpa ada pemberitahuan dan semua berjalan begitu mengagetkan. Dua kali kami mendengar suara bom diledakkan. Mungkin bagi mereka para pelatih adalah hal biasa, tapi bagi kami itu adalah hal baru, mendengarnya secara langsung dari jarak dekat. Nampak pucat pasi dan tegang di wajah kami, hingga membuat pelatih tertawa melihat ekspresi kami. Dan benar, setelah upacara selesai, pelatih syaiful Joko memberitahu kami, "Jika ada suara Duuaaaarrr (sembari menembakan pistol ke tanah) itu berarti pertanda bahaya. Kalian harus sigap. Berlari menjauhi sumber suara sekitar 50 meter dan mencari pohon kemudian tiarap" ucap nya sembari menanyakan kepada kami. "Faham?". Kami pun menjawab serentak "siap Faham". Tiba-tiba di tengah obrolan kami terdengar suara bom diledakkan. "Duaaarrrr" dengan ekpresi kaget dan bingung, kami pun berlari terbirit-birit mencari pohon untuk berlindung sekaligus tiarap. Sebagaimana yang di jelaskan tadi. Tapi silahkan dibayangkan saja, total beswan 100an orang lebih harus mencari pohon satu orang satu pohon, pasti rumit. Ruang gerak lari yang sempit, karena larinya berrombongan dan jarak antar pohon yang lumayan jauh. Terlebih, jika sudah menemukan pohon, dan ternyata temen di belakang juga mengincar pohon yang sama, kemudian dia duluan yang dapet tempatnya. Maka harus puter mata sambil mencari pohon yang belum ditempati, di tengah situasi mencekam dan bentuk tanah yang meninggi. Setelah semuanya sudah tiarap di bawah masing-masing pohon, pelatih memberikan waktu 5 detik untuk kami turun menuju lapangan utama. "Dalam hitungan kelima, kalian harus sampai di sini, satu... Dua... Tiga... " sontak kamipun langsung berlari ke bawah menuju lapangan utama. 

Gelap, tidak tahu jalan, entah apa yang kami injak kami tidak peduli. Yang kami tahu adalah fokus untuk sampai di lapangan utama. Mungkin ada sekitar lima  kali kami di uji kesigapan dengan menggunakan bom atau pistol. Dan yang lebih parah, waktu itu saat sedang menyantap makan siang. Di tengah kami makan, suara bom diledakkan. Dan langsung kami semu berlari mencari pohon dan tiarap untuk berlindung. Kami berlari sambil mengunyah, dan mungkin ada juga yang keselek gara-gara makan sambil berlari-lari. Hitungan sepuluh, kami diharuskan turun menuju lapangan dan melanjutkan makan. Dan untung saja suara dentuman itu tidak menghilangkan nafsu makan siang kami. Sempet terbersit di hati, "wong lagi enak-enak makan kok sengaja dibunyiin bom, moso makan sambil lari-lari". Tapi yaa bagaimana lagi itu adalah salah satu penumbuhan karakter. Karakter diri untuk selalu SIAP (Siaga, Inisiatif, Aman, Peduli). Sekelumit cerita di awal pertemuan kami.

Terimakasih Pelatih.!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...