Langsung ke konten utama

Regu Enam; The Best Performance Award



Masih dalam suasana Character Building nih guys. Kali ini aku akan melanjutkan kisahku saat melaksanakan proses bangun karakter di Zona 235 Cikole, Lembang Bandung. Saat itu kami Beswan dari berbagai regional di bagi menjadi delapan kelompok. Namun terdapat pemisahan kelompok putra dan putri. Putra terdiri dari kelompok 1, 2, dan 3. Sedangkan sisanya adalah kempok puti. Setiap kelompok terdiri 12 beswan. Namun ada juga yang 13 beswan. Disetiap kelompok tercampur dari berbagai regional. Mungkin maksud pelatih agar kami bisa mengenal satu sama lain. 

Aku, Iswatun Ulia tergabung di Regu Enam. Regu Enam sendiri ada 12 beswan, Juwita Manurung (Palembang), Amanda (Surabaya), Yuyun (Semarang), Rantika (Yogyakarta), Aliya (Bandung), Intan (Surabaya), Yelma (Beswan Bandung), Freya (Jakarta), Catty (NTT/Maluku),  Dessy (Surabaya) dan, Paska (Papua). Kami tergabung dalam satu tim yang di komandani oleh Rantika (Rara) beswan Regional Yogyakarta. (maaf kalau ada yang salah, amnesia. hehe)

Hari-hari selama CB kami jalani bersama, karena memang di lapangan utama kami diwajibkan berbaris tiap kelompok. Hari kedua CB berlangsung, kami mendapat penjelasan dari pelatih bahwa 2 hari kedepan kami akan bermain games. Namun bukan sembarang games, karena games kali ini adalah games yang dituntut kekompakan, keberanian, tanggung jawab, kesetaraan dan masih banyak yang lainnya. Ini adalah inti dari Character Building, agar kami para Beswan Djarum memiliki karakter pemimpin yang bertanggung jawab. Karakter yang di segani.

Sebelum putaran games dimulai, kami diwajibkan untuk memiliki yel-yel setiap regu. Alasannya, agar kami bersemangat dalam melakukan games. Sekitar 10 menit kami berunding memilih yel-yel untuk regu enam. Berbagai jenis lagu kita pilih dengan penyusunan kalimat yang sesuai dengan nada, namun hasilnya nihil. Hingga pada detik-detik waktu berakhir kamu menemukan dan memilih yel-yel kami selama bermain games. Games ini juga merupakan sebuah kompetisi. Disetiap games kami harus mencoba dan berusaha menyelesaiakan setiap games. Kurang lebih terdiri dari 18 jenis games. Dimana setiap games terdapat reward pita merah bila berhasil menyelsaikan. Apabila berhasil dan mampu mengulanginya maka akan mendapat pita dengan jumlah yang lebih banyak. 

Peluit pelatih dibunyikan. Menandakan games telah dimulai. Kami yang trergabung dari delapan regu pun berlarian menuju tempat games yang sudah diurutkan dalam map yang sebelumnya diberikan oleh pelatih. Setelah tiba di tempat games, seperti biasa salah satu anggota menjadi danru (komandan regu) untuk laporan bahwa regu tersebut siap bermain. Laporan selesai. Layaknya sudah menjadi tradisi, kami menyanyikan yel-yel yang sudah di musyawarahkan tadi. Riuhan tepuk tangan, suara yang lantang, bahkan goyangan jempol dan pinggul mengiringi bait demi bait yang kami lantunkan.  Setelah yel-yel selesai dilantunkan tiba saatnya pelatih memberi penjelasan cara bermain, dan kami pun berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan setiap games. 

Dua hari kami lalui dengan menyelesaikan games, dari  93 pita merah yang kami targetkan ternyata kami hanya mendapatkan 39 pita. Dan ternyata untuk mendapatkan 39 pita merah tidaklah mudah. Dibutuhkan keberanian untuk melalui setiap games. Terlebih di games Double Rope Bridge yang menurutku paling menantang. Disana, aku yang mencoba bermain pertama bersama Amanda dan Freya. Kami berjalan berurutan. Berjalan diatas seutas tali besi dan hanya berpegangan pada satu tali adalah pengalaman pertama bagiku. Sesekali aku melihat kebawah sekitar 10-15 meter ketinggian. Di tengah perjalan, pelatih menggoyang tali sontak kami bertiga bak ratu dangdut yang joget mengayunkan badan ke depan-belakang begitu seterusnya hingga aku tak kuat lagi menopang badan dan jatuh sekitar 3 kali. Bersyukur disamping ku ada Amanda yangmembantuku menaiki seutas tali itu. (Thengkyu Manda. He). Meski jatuh bangun aku rasakan, sampai tangan-kakiku menjadi korban tapi untungnya kami bisa melalui games tersebut, ya meskipun waktu telah habis.

Delapan belas games terlewati, tiba saatnya kami menyetorkan jumlah pita yang kami dapatkan setiap regu. Dan sebagai apresiasi ternyata pelatih akan memberikan hadiah bagi yang mendapatkan The Red Ribbon Award. The Red Ribbon Award adalah hadiah bagi regu putra-putri yang mendapatkan pita merah paling banyak. Dan setelah detik-detik pengumuman ternyata yang mendapatkan the red ribbon award adalah kelompok 1 putra dengan danru (Ridho) dan kelompok 4 putri dengan danru (Fay). Aku sempat kecewa namun akupun tidak berharap karena memang aku sadar regu enam-ku hanya mendapat 39 pita. Jauh dari target yang diharapkan.

Setelah bingkisan dibagikan dan foto bersama kelompok the red ribbon award selesai, ternyata masih ada satu apresiasi lagi. Apresiasi The Best Performance Award. Adalah apresiasi yang sangat luar biasa. Aku tahu, semua kelompok yang tidak mendapatkan the red ribbon award pasti mengharapkan mendapat award itu. Pelatih dengan nada perlahan namun pasti mengumumkan regu yang mendapatkan award itu, dan ternyata jeng.. Jeng.… "The Best Performance Award diraih oleh... kelompok Enam".. Sorak kami bak memenuhi sudut lapangan utama dan menggoyangkan pohon-pohon pinus (anggap saja begitu :D). Rasa bahagia nampak di wajah kami. Ada beberapa anggota kami berpelukan menunjukkan rasa keberhasilan. Dan ternyata nilai kami adalah tertinggi dibanding regu yang mendapat the red ribbon award. Yang aku ingat nilai kami adalah 9000 sekian. Entahlah, aku tak terlalu memperhatikan digit demi digit dalam nilai itu, karena aku terlalu bahagia mendengar regu enam mendapat The Best Perfonmance Award. (Yeeyy Alhamdulillah). Dilanjut dengan Pembagian bingkisan dan foto bersama pembina.

Menjadi The best Performance Award sebenarnya masih membuatku bingung. Bahkan aku masih meragukan kebenaran bahwa kelompok kami yang memenangkan semuanya. Entah apa yang menjadi penilaian. Mungkinkah karena yel-yel ? Atau nilai kekompakan saat kita bermain games ??? Atau komunikasi terhadap pelatih ? Entahlah aku tak mengerti perihal penilaian itu semua. Yang pasti di Character Building Batch 3 aku mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman bahkan teman baru. Terimakasih para pelatih yang tak bosan mendampingi kami, terimakasih regu enam atas kekompakan dan kerjasama tim nya. Tanpa kalian mungkin the best performance award tidak akan kita dapatkan. Terimakasih juga danru atas pencetusan yel-yel nya.

Penasaran tidak sama yel-yel nya??? Yaudah aku bocorin nih..
#nada icikiwir
Regu enam regu enam regu enam Beswan Djarum
Pasti menang pasti menang
Regu lain cuma numpang
Regu Enam ?
G o o d    J o  b (di eja)
Good Job
G o o d.   J o b ( di eja)
Good Job

Very simple dan sederhana right ?? Karena yang simple dan sederhana itu yang sangat bermakna.
Untuk kalian regu enam, dimanapun berada semoga Tuhan selalu melindungi, semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kebahagiian untuk kita. Aku sangat berharap pertemuan di CB kemarin adalah bukan pertemuan terakhir kita. Meskipun dengan waktu yang lama, semoga kita bertemu disaat kita semua telah sukses dengan jalan kesuksesan masing-masing. Aamiin
oh iya, jika kalian rindu sama yel-yel kita, bisa buka di IG sang pelatih @kangden85. 

Salam rindu,

Iswatun Ulia
Beswan Regional Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...