Malam ini,
Kubuka kembali catatan-catatan fatwa kehidupan
Terlihat disana hanya tersisa lembaran-lembaran yang saat ini berubah menjadi kenangan
Ku urai aksara demi aksara tempat berlabuh perasaan
Tempat menggantungkan segala angan
Kau tahu ?
Lagi lagi semesta memiliki versi lain dalam mendefinisikan bahagia
Bahagia bagiku, bukanlah melulu perihal asmara
Bahagia, bukan hanya perkara materi pemuas dahaga
Bahagia, adalah perihal sederhana penenang jiwa
Lantas bahagia menurut mu seperti apa ?
Mendekatlah, ceritakan kepadaku
Hingga pada akhirnya nanti
Bahagiamu menyatu menjadi,
Bahagia kita
Dan,
Kita Bahagia.
~ a women filled with love, Kholishoh (Islamic religion education student)
Semarang,
(20/01/2018; 22:20).

Komentar
Posting Komentar