Langsung ke konten utama

Bank Sampah; Solusi Permasalahan Lingkungan dan Ekonomi




Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan memiliki kecenderungan yang semakin meningkat. Jumlah penduduk di Indonesia sebagaimana yang dilansir dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 sebesar 237.641.326 juta jiwa. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan  penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035. Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia tanpa disertai tersedianya lapangan pekerjaan menjadi permasalahan tersendiri. Kenaikan jumlah penduduk juga berpengaruh terhadap kegiatan pemenuhan kebutuhan. Terlebih masyarakat Indonesia yang notabene merupakan masyarakat konsumtif. Hal ini memicu semakin  meningkatnya volume sampah.
Sampah saat ini menjadi masalah yang sangat krusial. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan  Hidup (KLH) bahwa jumlah peningkatan timbunan sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton/hari atau setara 64 juta ton/tahun. Minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di bantaran sungai juga dapat memicu terjadinya bencana banjir.
Dalam Undang-Undang  No. 18 tahun 2008 serta Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2008 telah menetapkan aturan pengelolaan sampah. Masyarakat dalam mengelola sampah saat ini hanya menerapkan sistem sederhana, yaitu dengan membakar, atau mengumpulkan  kemudian dibuang ke dalam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau sering disebut open dumping. Pengelolaan sampah secara sederhana tidak dapat menangani permasalahan sampah yang ada, justru menambah permasalahan lingkungan, yaitu polusi udara yang berasal dari bau tidak sedap sampah.
Maka berdasarkan permasalahahan tersebut diperlukan upaya untuk mengubah  paradigma masyarakat dalam mereduksi sampah. Pengelolaan sampah dengan menggunakan sistim  3R saat ini dinilai sebagai program pereduksian sampah yang efektif. Mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah (reduce), menggunakan kembali sampah yang masih dapat dipakai untuk  fungsi yang sama atau fungsi yang lain (reuse), dan mengolah kembali atau mendaur ulang sampah  menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat (recycle). Adanya pengelolaan sampah 3R ini bertujuan untuk menekan volume sampah.
            Bank Sampah sebagai solusi
Berdasarkan permasalahan tersebut yang kemudian mendorong berdirinya Bank Sampah. Bank sampah merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang telah di pilah. Sampah dipilah berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah rumah tangga yang mudah membusuk dan dapat diurai (degradable).  Sampah organik diantaranya sisa-sisa makanan, daun kering, dan sayuran. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diurai (undegradable) seperti plastik, botol, kaca, kaleng, pecahan kaca dan sebagainya. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah kemudian disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan berbahan dasar sampah atau pengepul sampah.
Pendirian Bank Sampah pertama kali dipelopori oleh Bambang Suwerda, merupakan seorang dosen di Yogyakarta. Bank sampah pertama didirikan adalah Bank Sampah Gemah Ripah di Bantul, Yogyakarta pada tahun 2008. Sistem pengelolaan bank sampah sama seperti lembaga perbankan. Bedanya, jika dalam perbankan, yang ditukarkan adalah uang, dalam bank sampah yang di tukarkan adalah sampah. Sampah akan ditukarkan dengan uang yang kemudian dicatat dalam buku rekening. Sama halnya perbankan, dalam bank sampah juga dikenal adanya nasabah. Nasabah merupakan masyarakat  yang menyetorkan sampah kemudian mendapatkan rekening sebagai buku akumulasi besar uang yang diperoleh.
Adanya bank sampah, selain dapat menangani permasalahan lingkungan, juga dapat mengatasi permasalahan perekonomian. Melalui bank sampah, masyarakat mendapatkan penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Sampah yang telah dipilih kemudian diberikan ke pengepul untuk ditimbang dan dinilai besarannya dengan rupiah. Hasil sampah yang telah terkumpul juga tidak berhenti sampai disitu, melainkan sampah akan dirubah oleh tangan-tangan kreatif untuk dijadikan sebagai barang bernilai ekonomis. Misalnya adalah pembuatan tas, sandal dan produk lain yang berbahan dasar sampah.
Perkembangan statistik bank sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012 adalah sejumlah 471 dengan jumlah penabung sebanyak 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 1.648.320.000 per bulan. Angka ini meningkat pada bulan Mei 2012. Sebanyak 886 unit bank sampah, dengan jumlah  nasabah 84.623 orang dan jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.001.788 kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar Rp 3.182.281.000 per bulan. Jumlah peningkatan Bank Sampah ini menunjukkan pentingnya peran bank sampah, baik dari segi kebersihan lingkungan maupun perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.
Sebagai makhluk sosial, semestinya membangun kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini. Melalui lingkungan yang bersih, akan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Peka terhadap lingkungan juga merupakan bentuk kedewasaan seseorang dalam memahami dan mensyukuri alam sebagai karya nyata Tuhan. Wallahu a’lam bisshowab.

Note : Tulisan ini dimuat di laman website online Koran Muria; http://www.koranmuria.com/2017/01/03/51619/bank-sampah-solusi-permasalahan-lingkungan-dan-ekonomi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...