Teruntuk percakapan sepanjang dua puluh enam September hingga tiga belas Oktober
ada seseorang yang begitu gelisah ditinggalkan sebuah nama
nama yang tak pernah bosan berdetak di dada kirinya,
nama yang dulu tak pernah membuatnya terluka
namun kini meninggalkan sakit saat ia tak ada
nama yang yang dipermainkan waktu dan jarak hingga akhirnya menuai kecewa
candu yang semakin sekarat
candu yang membuat hati semakin berkarat
kepada pemilik nama,
mengeja namamu aku kelu,
mengingat kenang menjadikan otak ngilu
namun apalah dayaku,
semua telah berlalu
wahai pemilik nama
kini, yang tersisa hanyalah aku
berjalan sendiri menabahkàn diri
memantapkan hati mengisi hari sendiri,
merengkuh cinta kepada sang Illahi.
Semarang,
(20/01/2018 : 18:08)
Komentar
Posting Komentar