Langsung ke konten utama

Polemik JKN, Mandataris DEMA-U Bacakan Press Release di Hadapan Birokrasi

 
Menindaklanjuti pengumuman nomor B-4285/Un.10.0/B1/KU.00.1/12/2017 tertangal 29 Desember 2017 tentang kewajiban melaporkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasioal (JKN- red) secara online, maka pihak birokrasi UIN Walisongo Semarang adakan pertemuan terkait penjelasan teknis tentang Jaminan Kesehatan Nasional.  Acara dilaksanakan  di Ruang Sidang Rektorat Lantai 3, Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (4/01/2017).

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.10 tersebut dihadiri oleh berbagai elemen, yaitu tim BPJS kota Semarang, Wakil Rektor, Wakil Dekan, Kepala biro AAKK dan AUPK, Kepala PTIPD, Kepala Poliklinik, Kepala Bagian, Kasubag, Ketua Dema dan Senat Mahasiswa Universitas dan Fakultas, Lembaga Pers Mahasiswa serta tak ketinggalan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Dr. Bimantoro R, AAK selaku Kepala Cabang Semarang turut hadir dan memberikan penjelasan di acara tersebut. Ia menuturkan bahwa program JKN yang saat ini melibatkan mahasiswa merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
“Dengan adanya JKN ini, merupakan bentuk dukungan kita terhadap pemerintah, selain itu alasan penting bahwa jaminan kesehatan perlu dimiliki adalah tarif biaya kesehatan yang selalu mengalami peningkatan, dan pergeseran pola penyakit yang semakin banyak,” jelasnya.

Mini riset Mandataris Dema Universitas
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh mandataris Dema Universitas tahun 2018 kepada seluruh mahasiswa UIN Walisongo terkait kebijakan JKN, terdapat sejumlah 1.623 partisipan. Dengan dibagi menjadi empat kategori; pertama partisipan mahasiswa tiap fakultas diperoleh  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (18,4%), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (18,2%), Fakultas Syariah dan Hukum (17,4%), Fakultas Sains dan Teknologi (14,6%), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (13,7%) dan Fakultas Ushuludin dan Humaniora, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Psikologi dan Kesehatan sebanyak (13,7%).

Kedua, Berdasarkan rincian semester diperoleh  semester satu sebanyak (36,1%), semester tiga (27,5%), semester lima (18,8%), semester tujuh (10,2%) dan sisanya (7,4%). Ketiga, berdasarkan kepemilikan kartu BPJS sebanyak 35,5% sudah memiliki dan 64,5% belum memiliki kartu BPJS. Keempat, berdasarkan golongan yang diikuti yaitu kelas 1 sebanyak (9,6%), kelas 2 (10,7%), kelas 3 (12,6%) dan sebanyak (67,1 %) belum memiliki.

Berdasarkan data survey tersebut disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa UIN Walisongo belum memiliki kartu jaminan kesehatan, sehingga dengan adanya peraturan baru birokrasi mandataris Dema Universitas selaku perwakilan dari mahasiswa menyampaikan press release yang berisi; pertama, Bahwa tidak ada hubungan antara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan kebutuhan akademik, bahwa mahasiswa tidak dapat dipaksa dalam pembuattan kepesertaan JKN mengingat tidak semua mahasiswa atau wali mahasiswa sepakat dengan adanya JKN. kedua, Kami meniolak pembuatan kepesertaan JKN yang diberlakukan terhadap mahasiswa 2017, 2016, 2015, 2014, 2013, 2012, 2012, dan 2011.

Pasca penyampaian press release yang berisi penolakan dan rekomendasi di akhir acara tersebut, pihak birokrasi belum bisa memberikan tanggapan dan keterangan lebih lanjut. (ulia_[i])

Note : Berita yang dimuat di laman http://lpminvest.com/2018/01/polemik-jkn-mandataris-dema-u-bacakan-press-release-di-hadapan-birokrasi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...