Langsung ke konten utama

Hukum Super menuju Keberhasilan Hidup

Iswatun Ulia
Pengelola Sekolah Gender
Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA Semarang)


















     
 "Hanya ada dua cara untuk menjalani kehidupan.
 Satu, seolah-olah segala sesuatu adalah keajaiban, dan kedua seolah-olah tidak ada keajaiban apapun."

-Albert Einstein


Menjadi pribadi yang berhasil dan dikatakan sukses merupakan impian semua manusia. Namun, untuk menuju kesuksesan, tentu tidak mudah. Diperlukan usaha-usaha dan kiat-kiat dalam mendekatkan diri kepada kesuksesan. Bagi sebagian orang, kesuksesan adalah sebuah keberuntungan. Namun, sejatinya tidak ada keberuntungan tanpa tindakan yang membuat seseorang menjadi beruntung. Singkatnya, tidak ada keberhasilan yang datang dengan kebetulan.

Keberhasilan adalah perpaduan antara tindakan jasmaniah dan rohaniah. Dikatakan usaha jasmaniah, bahwa dalam mencapai kesuksesan, diperlukan usaha, tindakan nyata, dan kerja keras. Dikatakan tindakan rohaniah, bahwa dalam mencapai sebuah keberhasilan diperlukan pula doa-doa atau  perkataan baik yang dialamatkan kepada Tuhan. Sukses adalah sebuah subjektifitas yang setiap orang memiliki perspektif berbeda satu dengan yang lain. Indikator kesuksesan antara seorang dengan yang lainnya pun tidak bisa disamakan. Namun, disini penulis tidak bermaksud menggurui, hanya sekadar sharing terkait hukum super menuju keberhasilan dari hasil penulis membaca sebuah buku.

James Arthur Ray, dalam sebuah buku yang berjudul ‘The Science of Success’ menjelaskan bahwa keberhasilan adalah sebuah ilmu. Manusia hidup  dalam sebuah sistem yang teratur dan bekerja sesuai dengan hukum yang jelas, spesifik dan dapat diramalkan. James menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengamati keberhasilan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hingga pada akhirnya, ia menyimpulkan hukum super yang mengatur perilaku dan keberhasilan mereka. Ketujuh hukum tersebut akan penulis jelaskan di dalam artikel sederhana ini.

Hukum super yang pertama adalah kekuatan pemahaman. Kekuatan pemahaman adalah yang pertama dari tujuh prinsip menuju keberhasilan. Bahwasanya, setiap orang harus memahami apa yang ada di dalam dirininya (self understanding). Baik itu kekuatan, kelemahan, apa yang diinginkan, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dihindari dan lain sebagainya. Pemahaman diri merupakan hal yang sangat penting, karena melalui pemahaman diri seseorang akan lebih memiliki peluang-peluang yang akan mendekatkan seseorang pada keberhasilan.

Hukum yang kedua adalah kekuatan pola pikir (power of mindset). Sebuah realitas merupakan cerminan dari pikiran. Misalnya, jika kita memikirkan hal yang negatif maka kita akan menarik orang-orang dan keadaan yang negatif. Begitu juga sebaliknya, jika kita memikirkan hal positif, maka kita akan menarik keadaan dan orang-orang yang positif di sekitar. Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apapun yang diberitahukan kepada otak, adalah apa yang akan kita tarik dan terjadi. Dalam kehidupan, kita menciptakan pola pikir, dan disaat yang sama pula, pola pikir akan menciptakan kita. Sehingga pola pikir atau paradigma yang positif dan kuat, sangat diperlukan untuk mendekatkan kita pada keberhasilan. Sebaliknya, pola pikir negatif akan menjauhkan kita dari keberhasilan.

Hukum yang ketiga, adalah kekuatan visi (power of vision). Visi merupakan sebuah gambaran kehidupan yang ingin dicapai dan dijalani. Dalam mencapai keberhasilan hidup yang tinggi, maka diperlukan visi yang kuat dan jelas. James,  menjelaskan bahwa terdapat tiga tingkatan visi, diantaranya; ingin menjadi apa, apa yang dilakukan dan apa yang ingin dimiliki. Penjelasan sederhana dari ketiga tingkatan tersebut yakni bahwa dalam hidup setiap manusia ingin mencapai sebuah tujuan, dalam hal ini adalah mimpi keinginan yang ingin dicapai. Kemudian, untuk mencapai mimpi tersebut diperlukan action atau usaha-usaha untuk mendekatkan diri kepada mimpi. Setelah itu, tahap terakhir adalah apa saja yang akan kita miliki atas usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai mimpi. Ketiga tingkatan visi tersebut merupakan serangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, jika ingin berhasil maka setiap orang perlu menyusun visi dan menguatkannya dengan usaha-usaha. Jangan biarkan visi tersebut hanya sekadar hiasan dalam hidup tanpa kita tahu kapan akan menjadi realita.

Hukum yang ke empat, adalah kekuatan kemitraan (strength of partnership). Setelah menciptakan pola pikir yang kuat disertai dengan perumusan visi melalui pemanfaatan waktu, bakat dan tindakan, langkah selanjutnya dalam mencapai keberhasilan adalah dengan kekuatan kemitraan. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Sehingga tidak ada manusia yang berhasil tanpa campur tangan orang lain. Sebelum memanfaatkan mitra atau relasi, maka diperlukan sebuah usaha untuk membangun jejaring. Diperlukan komunikasi yang baik dalam menjalin hubungan dengan mitra yang akan mendekatkan kita pada keberhasilan.  

Hukum yang kelima adalah kekuatan memberi. Sebuah kalimat menarik dari Winston Churcill; Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh, kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan. Melalui kalimat ini, menggambarkan begitu pentingnya kekuatan memberi kepada orang lain. Terkadang, banyak orang yang tidak menyadari bahwa sesuatu yang didapatkan dalam diri kita adalah hasil dari apa yang kita berikan kepada orang lain. Memberi adalah salah satu prinsip paling kuat dalam ilmu sukses, dikarenakan pada saat memberi, kita akan mengirimkan pesan kepada alam bawah sadar bahwasanya kita memiliki sesuatu yang lebih dari cukup sehingga kita tidak perlu menimbun dan menyembunyikan. Menerapkan sikap berkelimpahan dan menjauhkan dari pikiran kekurangan akan menghantarkan diri kita pada kehidupan sesuai apa yang kita pikirkan. Begitulah hukum alam berlaku.

Hukum yang ke enam, kekuatan bersyukur. Tindakan bersyukur merupakan sumber kebaikan hidup. Bersyukur akan membawa kebahagiaan, kesehatan dan kemakmuran. Bersyukur dapat menjadikan seseorang merasa lebih baik, terlepas bagaimana cara seseorang bersyukur. Merutinkan diri untuk selalu bersyukur atas situasi dan kondisi yang dialami saat ini, kiranya penting dilakukan. Karena perasaan syukur adalah kekuatan magnetis yang kuat untuk menarik nasib baik yang kita inginkan dan semakin mendekatkan diri kepada keberhasilan.  

Hukum yang ke tujuh, adalah kekuatan akuntabilitas. Akuntabilitas menjadi hukum super yang terakhir untuk melengkapi tujuh hukum super dalam meraih keberhasilan. Tanggungjawab sangat diperlukan dalam segala hal, baik pendidikan, pekerjaan, organisasi dan lain sebagainya, termasuk didalamnya adalah tanggungjawab terhadap pesan apa yang disampaikan kedalam otak dan alam bawah sadar. Tanggungjawab tidak hanya terkait keberhasilan yang telah dicapai, namun juga  tidak menyalahkan orang lain jika segala sesuatu tidak berhasil.

Tujuh hukum super di atas merupakan kekuatan keberhasilan. Namun, hanya akan menjadi angin lalu jika kita sebagai subjek keberhasilan tidak melakukan hal apapun. Karena kekuatan yang mengagumkan adalah ketika kita mampu menyatukan semuanya dan mempraktikannya. Karena keberhasilan adalah milik mereka yang bergerak. Keberhasilan adalah milik mereka yang mau bekerja keras dan berfikir cerdas. Mari bersama penulis untuk bisa mempraktikkan hukum kekuatan super menuju keberhasilan dalam keseharian. Dan hal penting yang tak ketinggalan adalah keyakinan. Yakin pada kekuatan diri dan andil Tuhan, bahwasanya segala pesan yang dikirim ke dalam alam bawah sadar akan mewujud secara nyata.

Wallahua’alam bisshowab.
 
Note : Sumber dari artikel ini adalah sebuah buku karya James Arthur Ray yang berjudul The Scince of Success: Rahasisa Sukses dengan Memanfaatkan Hukum-hukum Universal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...