Langsung ke konten utama

SELF TALK; DIALOG DIRI MERUBAH PRIBADI

Source: Google.com
(Penulis: Iswatun Ulia)
 
Loving or hating the life you are living is solely all in your repeated self talk”
 
(Mencintai atau membenci kehidupan yang Anda jalani semata-mata adalah pembicaraan diri Anda yang berulang-ulang). - Edmond Mbiaka
 
Kalimat di atas menggambarkan bahwasanya setiap perilaku yang menjadikan hidup bahagia ataupun justru sebaliknya adalah segala perkataan yang kita tujukan kepada diri kita sendiri. Dalam keseharian, seberapa banyak kita berbicara dengan orang lain? Apakah bila dikalkulasikan perbandingannya akan lebih banyak berbicara dengan diri sendiri?
Manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon) tentu membutuhkan komunikasi dan interaksi dalam rangka bersosialisasi antara yang satu dengan yang lainnya. Namun tidak hanya berbicara dengan orang lain saja, setiap pribadi juga akan berbicara dengan diri mereka sendiri, bahkan dalam posisi sedang berinteraksi dengan lawan berbicara sekalipun. Contoh kecil dari sikap ini adalah saat kita berbicara dengan lawan bicara, seringkali terbersit rasa kagum maupun pandangan rendah (underestimate) terhadap lawan bicara yang kita ucapkan ke dalam hati. Pembicaraan diri kita di dalam hati inilah yang kemudian kita kenal sebagai self talk.
Berbicara dalam hati (self talk) dibagi menjadi dua, self talk konstruktif dan self talk destruktif. Self talk konstruktif adalah berbicara di dalam hati kepada diri sendiri yang bersifat memberdayakan. Sedangkan self talk destruktif adalah berbicara di dalam hati kepada diri sendiri yang bersifat tidak memberdayakan.

Contoh self talk konstruktif dan self talk destruktif dalam kehidupan keseharian diantaranya, apabila seorang Mahasiswa mengajukan draft proposal skripsi kemudian ditolak  oleh kepala jurusan, lantas apakah kemudian Mahasiswa tersebut akan mengoreksi kesalahan-kesalahan pada draft? Atau justru membiarkan draft proposal skripsi dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengoreksi hingga menjadi benar?
Misalnya pula bagi seorang pebisnis, apabila tidak memenuhi target penjualan, apakah kemudian akan mengevaluasi untuk mencari penyebab tidak tercapainya target penjualan? Atau justru akan membiarkan hingga usaha tersebut gulung tikar?
Kedua jenis self talk tersebut akan selalu ada pada setiap pribadi, bahkan akan berbicara setiap hari. Namun, yang menjadi pilihan kemudian apakah kita akan memilih self talk yang memberdayakan atau justru self talk yang tidak memberdayakan pada masing-masing individu?
Berbicara ke dalam diri baik di dalam hati ataupun dengan suara lantang, dengan hal-hal dan kalimat-kalimat positif akan membawa kekuatan yang sangat luar biasa. Mampu menjadikan diri yang semula tidak bisa, menjadi mampu menembus batas limit. Dari yang semula minder menjadi percaya diri, dari yang semula tidak mungkin menjadi mungkin, dan masih banyak yang lainnya.
Perubahan yang sangat luar biasa akan terjadi jika kita dapat merubah keterbatasan diri menjadi peluang-peluang yang dapat meningkatkan keterampilan  diri. Merubah kesedihan menjadi kebahagiaan, dan merubah kegagalan menjadi keberhasilan. Berbicara dengan diri sama halnya dengan memberikan sugesti pada diri. Ketika berbicara positif dalam diri, maka hal-hal positif pun akan terjadi di dalam realita. Semakin banyak dan semakin kuat berbicara dalam diri, maka akan semakin besar pula dampak positif yang akan dihasilkan. Sebagaimana hukum positive talk; “Anda dapat mengubah siapa diri Anda dengan mengubah apa yang Anda ucapkan ketika Anda berkata dalam hati”.
 
Wallahu’alam bisshowab..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...