Langsung ke konten utama

Dia bilang, aku Perempuan Hebat dan Kuat


Pict : Warung (PKL) tepi jalan sebagai tempat persinggahan. Jumat, (16/08/2019)
Malam ini, perjalanan menuju pertemuan warga Kendheng di sambut dengan sesuatu yang cukup mengejutkan. Mobil yang kami tumpangi mengalami kecelakaan. Bukan kecelakaan yang hebat memang, namun cukup menguras kantong apabila dilakukan pergantian atau sekadar service.

Malam ini, tepat di malam perayaan hari kemerdekaan Indonesia, kami pergi menuju pegunungan Kendheng dalam rangka berkunjung menghadiri acara perayaan kemerdekaan bersama rakyat Kendheng. (Kami berenam, dan kebetulan saya perempuan sendiri, dua lainnya adalah tamu dari Jakarta).

Namun nahasnya, perjalanan menuju Pati tepatnya di Demak mobil yang kami tumpangi menabrak truk yang tepat berada di depan mobil kami. Dan "brukkkkkk" bodi depan mobil menabrak pantat truk.

Sudah menjadi barang pasti, bahwasanya body mobil yang lemah akan kalah dengan body truk yang besar dan kuat. Alhasil, penyoklah mobil yang kami tumpangi.

Seketika saya pun terdiam. Diam karena saya kaget. Dan juga bukan memang kali pertama pula saya mengalami kejadian seperti itu. Tapi ya sudah, se kaget apapun saya, dalam kondisi apapun tetap saja ada situasi yang harus tetap di syukuri. Ya mang harus disyukuri, buktinya Saya tetap baik-baik saja. Tidak ada yang luka sedikitpun. Begitu pula dengan kawan-kawan semobil saya yang lain.

Karena mobil tidak memungkinkan untuk kami melakukan perjalanan menuju Pati, akhirnya kami menanti pihak rental mobil untuk mengirimkan  armadanya yang baru. Sebuah warung PKL menjadi tempat kami untuk singgah.

Sewaktu duduk, dan bercerita terkait kronologi peristiwa kecelakaan mobil, salah seorang yang kebetulan adalah tamu dari Jakarta berkata.
"Mbak, kamu kok gak teriak. Biasanya cewek-cewek itu pada teriak kalau mobilnya nabrak. Tapi kok kamu enggak. Hebat."

Dan saya, hanya menjawab. "Kenapa harus berteriak, sembari tersenyum." Dan dalam hati saya, justru saya bersyukur. Saya dan kita semua selamat. Menandakan, Tuhan masih sayang.
Terimakasih, Tuhan.

Demak, 16 Agustus 2016
Dinarasikan di warung PKL pinggir jalan. Saya memaknainya sebagai kenang-kenangan di malam kemerdekaan sekaligus  penyambutan bertemu dengan warga Kendheng, dan tepat di satu bulan saya bergabung di LBH Semarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...