Langsung ke konten utama

Corporate Social Rensponsilbility (CSR) dan Anggapan Eksploitasi Anak



Source: google.com

Beberapa hari yang lalu, publik dihebohkan oleh pemberitaan terkait penghentian audisi umum beasiswa bulutangkis pada tahun mendatang. Langkah ini, diambil oleh Djarum Foundation atas tudingan eksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada pembaca (termasuk penulis) atas polemik yang telah terjadi. Meski permasalahan sudah menemukan titik temu atas kesepakatan yang sudah dilakukan antara kedua belah pihak berkat mediasi Menpora, namun akan lebih baik jika kita mengetahui makna eksploitasi dan program corporate social responsibility (CSR) oleh sebuah perusahaan.

Sebelum menuju pembahasan, penulis ingin memberikan penjelasan bahwasanya antara PB Djarum, Djarum Foundation dan Djarum adalah ketiga hal yang berbeda. Djarun Foundation adalah CSR dari bisnis Djarum Group. Djarum Group adalah group bisnis yang bergelut tidak hanya oleh PT Djarum  dibidang rokok saja tapi banyak lini bisnis lainnya yang menjadi penggerak Djarum group yaitu meliputi blibli.com, Grand Indonesia, Usaha perkebunan kelapa sawit (PT. Hartono Plantation Indonesia), Polytron dan memegang saham bank BCA sebesar 51%.  Jadi meski ketiganya masih dalam satu kesatuan, namun masing-masing memiliki peran, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda.

Eksploitasi adalah tindakan untuk memanfaatkan sesuatu secara berlebihan atau sewenang-wenang yang pada akhirnya menimbulkan kerugian pada sesuatu, baik lingkungan maupun seseorang. Eksploitasi dilakukan oleh seseorang atau badan dalam rangka mencari keuntungan semata. Sedang eksploitasi anak berarti pemanfaatan anak sebagai objek penghasil uang. Singkatnya, menjadikan anak sebagai media penghasil uang yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan.

Sedangkan Corporate social responsibility (CSR) adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kepada pemangku kepentingan (stakeholder) baik sosial maupun lingkungan. Bentuk tanggung jawab sosial perusahaan bermacam-macam, ada yang dalam bentuk menjaga lingkungan, membangun fasilitas umum, pemberian bantuan dana pendidikan (beasiswa) dan lain sebagainya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan (sustainable development).
Jadi, setiap perusahaan khususnya perseroan terbuka (PT) diwajibkan memiliki program CSR yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Hal ini sebagaimana regulasi yang diatur pemerintah dalam Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

Jika dikaitkan dengan konteks pemberian beasiswa bulu tangkis, hal ini  merupakan bagian CSR Djarum Foundation yang mana melalui pemberian beasiswa  ini bertujuan memberikan manfaat kepada anak-anak dan dalam jangka panjang dapat mencetak atlet pebulutangkis yang handal. Sebagaimana atlet-atlet yang saat ini sudah mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan baik di kancah nasional maupun dunia.

Jika berkaca pada hal ini, di manakah letak tindakan eksploitasi anak? Bukankah sudah dijelaskan sebelumnya bahwa eksploitasi akan merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lain? Namun dalam hal ini, tidak ada yang dirugikan. Justru, baik anak-anak penerima beasiswa Djarum maupun PB Djarum saling menerima manfaat. Bahkan Indonesia sendiri, karena prestasi yang telah diraih selama 50 tahun PB Djarum berhasil mencetak atlet berprestasi dan meraih berbagai kejuaraan.
Sebagaimana atlet pebulutangkis yang mendapatkan manfaat dari pemberian beasiswa Djarum Foundation bakti olahraga, penulis juga merasakan manfaat atas beasiswa yang diberikan Djarum Foundation bakti pendidikan, yakni program Djarum Beasiswa Plus (DBP). Penulis adalah bagian dari keluarga besar Beswan Djarum (Sebutan bagi para penerima beasiswa Djarum). Banyak sekali manfaat atas pemberian CSR dalam bentuk bantuan dana pendidikan ini.

Berbeda dari pemberian dana beasiswa pada umumnya, DBP adalah program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di seluruh Indonesia. Dikatakan untuk mahasiswa berprestasi dikarenakan untuk mendapatkan beasiswa ini, calon penerima beasiswa harus melewati beberapa tahap seleksi dan harus bersaing dengan mahasiswa lain dari perguruan tinggi berbeda dari Sabang sampai Merauke. Setelah diterima sebagai Beswan Djarum, mereka akan mendapatkan pelatihan soft skill meliputi wawasan kebangsaan (Nation Building), pembentukan karaktek (Character Building), dan Pengembangkan keterampilan kepemimpinan (Leadership Development). Yang mana, pemberian soft skill ini bertujuan untuk mencetak pemimpin bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia yang digdaya.

Sebagai informasi tambahan, bahwasanya Djarum Foundation memiliki lima bakti Negeri, yakni Bakti Olahraga dalam bentuk Audisi umum beasiswa bulutangkis, bakti pendidikan dalam program Djarum Beasiswa Plus, bakti Budaya dalam program pelestarian budaya salah satunya adalah Galeri Indonesia Kaya, bakti lingkungan dalam bentuk penanaman pohon, dan bakti sosial.
Pemberian program CSR oleh perusahaan sudah semestinya terus digalakkan dan didukung, karena hal ini akan bermuara pada pemberdayaan masyarakat. Karena ke-berdaya-an masyarakat akan berbanding lurus dengan  ke-berdaya-an bangsa. Berdaya, bukan memperdaya!

Wallahua'lam bisshowab..


Penulis: Iswatun Ulia (Beswan Djarum 32)

*Ditulis di Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) eLSA 

Semarang, 13 September 2019 ; 01:00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...