Langsung ke konten utama

G24S; Cinta dan Perjuangan Kemanusiaan



Source: pixabay.com
Malam semakin larut, suara obrolan manusia semakin berlalu. Hening. Hanya dengungan nyamuk yang berterbangan kesana kemari. 

Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 1:00 Menandakan bahwasanya beberapa jam lagi malam tergantikan dengan sinar mentari. Dan pada saat ini juga, penulis tidak bisa terlelap. Entah.

Keresahan akan persoalan-persoalan negeri saat ini, tidak bisa dipungkiri. Tentu, hal ini akan dirasakan oleh siapapun yang mengaku dirinya masih waras. Isu demi isu, aturan demi aturan yang tak berpihak pada rakyat kecil maupun  minoritas, dan masih banyak lagi konflik yang tak kunjung usai. 

Lantas kemudian, saya menanyakan kembali di manakah makna dan nilai-nilai demokrasi Indonesia saat ini? Bukankah sudah sejak zaman baheula dikenal bahwasanya demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Lantas, di manakah kedaulatan rakyat tersebut? Jika saat ini hanya pemerintahlah sebagai aktor utama dan menjadikan rakyat hanya sebagai figuran.

Melihat persoalan yang semakin mendegradasi rasa kemanusiaan ini, tentu seluruh elemen masyarakat (yang masih memiliki nurani) tidak bisa tinggal diam. Semua harus turut serta, mengambil peran dalam mengembalikan demokrasi agar kembali sesuai pada alurnya (on the track). Kembali menempatkan rakyat sebagai pemegang tertinggi demokrasi. 

Setelah aksi yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di berbagai wilayah siang tadi, Esok pagi pula aksi akan kembali digelar. Aksi solidaritas- Gerakan 24 September (G24S)-akan dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat di pelataran Gubernuran Kota Semarang. Mahasiswa, Buruh, Tani, Rakyat Miskin Kota akan melebur menjadi satu demi terus menyerukan keadilan. Meruntuhkan rezim Oligarki yang hanya menguntungkan Oknum. 

Beruntunglah bagi mereka, yang masih memiliki nurani dan otak yang masih waras untuk memperjuangkan kemanusiaan dan peradaban.

Dear encycofeedia readers dan siapapun besok yang akan turut serta aksi, jaga baik-baik dirimu. Kita sertakan cinta di dalam aksi. Cinta kepada rakyat kecil, cinta kepada kaum minoritas dan cinta kepada siapapun yang memperjuangkan keadilan.  Pastikan bahwa keselamatan mu juga yang utama. Karena hanya kepadamulah mereka menitipkan harapan dan kepercayaan sebagai pejuang keadilan dan kemanusiaan. 

**Ditulis di Sekretariat Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) eLSA Puteri Semarang
Selasa, 24 September 2019 ; 1:36


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...