![]() |
| Source: google.com |
Perempuan, adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat kuat. Tolok ukur Kekuatan perempuan bagi saya bukan diukur dengan seberapa kuat perempuan dalam mengangkat sesuatu (fisik), melainkan seberapa kuat perempuan dalam menghadapi sesuatu (psikologis).
Saya selalu dibuat kagum dengan perempuan-perempuan kuat. Salah satunya adalah perempuan yang saat ini menyandang setatus sebagai isteri dari seorang eks Lapas; Abdul Aziz.
Abdul Aziz, adalah seorang warga Surokonto Wetan, Kendal yang pernah ditahan karena dituduh menjadi provokator warga dalam konflik sengketa agraria dengan Perhutani. Padahal, sejatinya yang dilakukan Aziz bukanlah untuk mempengaruhi masyarakat agar tidak mengakui status kepemilikan tanah perhutani tersebut, melainkan ini adalah cara agar masyarakat bisa mempertahankan tanah yang selama ini sudah digarap dan menjadi media memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Karena menjadi petani adalah mata pencaharian utama warga Surokonto Wetan.
Kekuatan dan ketegaran perempuan yang saat ini rumahnya sedang saya tempati, terlihat jelas dari setiap tutur kata yang diucapkan ketika ia menapak tilas ingatan saat kejadian dua tahun silam. Saat sang suami harus ditahan, meninggalkan rumah, isteri dan ke empat anaknya yang masih kecil.
Dalam kondisi yang seperti inilah, seringkali laki-laki luput bahwasanya perempuan bisa berubah menjadi pribadi yang kuat, bahkan sangat kuat.
Ketika ia harus mampu bertahan sendiri, ketika ia harus menenangkan anak-anaknya dan memberikan jawaban setiap hari atas pertanyaan keberadaan sang ayah, ketika ia harus mampu memenuhi kebutuhan keluarga (finansial) secara mandiri, ketika ia harus menahan rindu untuk berjumpa, bahkan ketika ia harus mampu mempertahankan rumah tangga dan tetap menyandang setatusnya sebagai isteri. Bahkan, isteri dari seorang eks Lapas.
Menjadi perempuan kuat tentu bukanlah hal yang mudah. Menjadi perempuan kuat itu bukan perkara remeh temeh. Bahkan, penulis yakin atas jawaban dari pertanyaan laki-laki mana di dunia ini yang mampu bertahan sendiri tanpa seorang isteri atau seorang perempuan? Tidak ada!.
Dear readers,
Mulai sekarang, lihat lah sekelilingmu. Pandanglah mereka, perempuan-perempuan kuat yang ada di sekitarmu. Kau cukup merawat mereka, meski sejatinya mereka kuat tanpa kau kuatkan.
*Ditulis saat mengikuti Live in Kalabahu di Surokonto Wetan
Kendal, 5 September 2019; 23:21

Komentar
Posting Komentar