Langsung ke konten utama

Manifestasi Pikiran

Fastsave
Lagi-lagi rintik datang di saat kedua pelupuk ini belum ingin terlelap. Lamat-lamat, ku dengar suaranya jatuh di atas genting. Pandangan ku menerawang bebas pada kelap-kelip cahaya dalam kamar. 
"Urusan kita, hanyalah berjuang untuk apa yang kita inginkan”.
Sepenggal kalimat yang ku ingat pada salah satu video yang ku putar dalam salah satu channel YouTube.

Mencoba memahami makna, memori otak yang terbatas membawa ku kembali mengingat hal-hal yang telah lampau. Beberapa kali menginginkan sesuatu, beberapa kali pula aku gagal mendapatkan sesuatu. Namun, tidak dipungkiri pula, beberapa kali pula aku bisa berhasil mendapatkannya.

Kalimat itu, kemudian menyadarkan ku bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak hanya cukup pada batas “ingin”. Namun, keinginan, juga harus termanifestasikan secara penuh dalam pikiran. Sehingga, melahirkan perbuatan-perbuatan yang akan menghantarkan pada keinginan.

Lantas, pikiran ku kemudian mendapati dan menyadari akan sesuatu hal. Sebuah pesan balasan dari salah seorang kawan. 

"Ayolah, menyelam sambil minum air”

Kalimat ini ku pahami sebagai, jawaban atas percakapan sebelumnya. Percakapan mengenai relasi asmara manusia.

Sampai sejauh ini, aku selalu mendikotomi antara pendidikan dengan asmara. Keduanya adalah hal yang berbeda, dan pantang untuk bisa disatukan. Pesan Bapak yang masih menjadi mantra sampai dengan saat ini.

Aku mengakui, aku kalah dalam hal relasi asmara. Namun kemudian aku sadar kalimat di atas tadi. Bahwa, segala yang diinginkan harus termanifestasikan dalam fikiran. Ini yang pada akhirnya aku sadar, bahwa memang relasi bukan termasuk dalam list yang harus termanifestasikan dalam fikiran ku (untuk saat ini).

Berada dalam lingkungan mayoritas laki-laki, memang membuatku harus survive/fight (psikologi). Namun, selebihnya aku merasa cukup. Sungguh, bagiku mereka adalah tempat berbagi. Cerita, tawa, resah, gundah, marah, dan segala emosi. Aku merasa bersyukur berada di antara mereka. Bersama mereka aku merasa cukup.

Tuan, Maaf jika sampai dengan hari ini, kamu dan aku belum menjadi bagian dan tempat berbagi cerita, juga emosi satu sama lain.

Aku pun dengan sangat tidak keberatan, kau berada di lingkungan mayoritas perempuan dan berbagi cerita dengan mereka. Apapun, lakukanlah. Selagi itu membuat kita semakin belajar satu dengan yang lain.

Kita tidak tahu sampai kapan, satu dengan yang lain termanifestasikan dalam fikiran kita masing-masing. Tapi yang pasti, dengan sepenuh keyakinan ku, engkau adalah laki-laki terhebat. Hanya engkau yang pantas mendapatkan diriku. Begitu pula dengan aku.

Tolong, jaga kesehatan..

(Ditulis di YPK eLSA Puteri; 19/03/20)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...