![]() |
| source: Pinterest.com |
“Passion is Energy.
Feel the power that comes from focusing on what excites you”
- Oprah Winfrey
–
Masa-masa
Work From Home seperti saat ini sungguh sebuah angin segar. Jika
sebelum-sebelumnya aku pulang malam atau bahkan sampai menginap di tempat
kerja, sementara ini tidak lagi. Semua dikerjakan di dalam rumah. Dengan
begitu, setidaknya beberapa minggu ini aku tidak terlalu mengkhawatirkan diri
saat pulang malam dan menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit dalam
perjalanan di atas kendaraan roda dua berkawan dengan angin malam. Dan,
berpura-pura menjadi perempuan tangguh nan pemberani.
Malam
ini, jemari ku tak henti-hentinya scrolling di sosial media. Huruf demi huruf
ku ketik sampai akhirnya terbentuk sebuah kalimat “Cara Menemukan Passion”.
Apakah
ini lucu? Apakah ini lebay dan berlebihan? Sungguh tidak.
Tahun
1995 aku dilahirkan. Tandanya, usia ku saat ini menginjak seperempat abad,
alias dua puluh lima tahun. Dan beberapa kali aku memikirkan tentang diriku
sendiri. Bahwa sebenarnya apa passion yang ada di dalam diriku.
Scrolling
dari artikel satu ke artikel lainnya, hanya untuk mencari tahu bagaimana cara
menemukan passion yang ada di dalam diri. Karena sesungguhnya aku tidak tahu
apa passion ku. Apa hobbi ku. Apa yang membuat diriku merasa bebas saat
mengerjakan hal itu. Apa yang bisa aku hasilkan dari aktivitas itu. Melakukan
aktivitas yang bahkan tidak sadar bahwa aku menghabiskan waktu saat
melakukannya.
Aku
ingat, pada salah satu artikel dituliskan bahwa cara menemukan passion adalah
dengan cara jujur terhadap diri sendiri. Memberikan pertanyan-pertanyaan terhadap diri
sendiri. Jangan peduli terhadap apa yang dikatakan orang lain. Mungkin bisa
jadi, apa yang kita lakukan memang tidak ada kaitannya dengan apa yang menjadi
latar belakang pendidikan. Atau bahkan dengan gen atau keturunan keluarga.
Hal
ini yang kemudian mendorongku untuk menuliskan hal-hal apa saja yang sudah aku
lakukan dalam keseharian. Jangan membatasi apapun. Memang, cara menemukan passion ku masih pada
tahap ini. Tahap yang paling dasar. Menuliskannya satu per satu. Bahkan
seringkali aku pribadi merasa kebingungan untuk menuliskannya lagi. Dan bertanya
kepada diri sendiri. “Sebenarnya, aku suka apa sih?”
Bagiku
pribadi, menemukan passion dalam diri itu memang penting. Meski aku pribadi
belum menemukannya. Karena dengan passion itulah kita bisa mengerjakan sesuatu dengan
mudah, bahagia, dan penuh cinta. Apalagi jika hal itu bisa memberikan sesuatu
(dalam hal ini materi). Jika pun memang tidak, juga tidak mengapa. Kita tetap
rela. Karena ini adalah tentang passion. Tentang melakukan sesuatu yang menjadi
kesenangan dan kebebasan.
Aku
akan terus berusaha mencari passion yang ada di dalam diriku. Tentang diriku
yang senang meminum kopi. Tentang diriku yang suka membaca buku. Tentang diriku
yang suka diajak berdiskusi. Tentang diriku yang suka berbicara di depan orang
banyak meski harus keluar keringat dingin karena nervous. Tentang diriku yang sangat senang apabila ada yang merasa
bahwa kehadiranku memberikan ia motivasi. Tentang diriku yang sangat bahagia
jika ada ia yang merasa mendapatkan hal baru saat berbincang denganku meskipun
belum atau baru kenal. Tentang diriku yang mencoba memberi ruang mengayunkan
jemari untuk menulis (bogging). Tentang
diriku yang senang mendaratkan lipstik di bibir meski tidak keluar rumah,
karena dengannya aku merasa lebih bersemangat dan bahagia. Tentang diriku yang
seringkali lupa waktu saat scrolling sosial media membaca artikel tentang
pengembangan diri, relasi dan self love.
Dan dan tentang diriku yang ingin terus belajar dan berkembang.
Dear,
jika kamu sudah menemukan apa yang menjadi passionmu, sungguh kamu begitu beruntung.
Dan jika kamu memang belum menemukannya, mari bersamaku mencari dan
menemukannya. Bertanya pada diri dan jujur terhadap diri.
Selamat
mencari dan menemukan.
Follow your Passion!
Follow your Passion!
**Ditulis
di YPK ELSA Puteri, saat menyadari kopi dalam cangkir sudah dingin.
Semarang,
10 April 2020; 21:35

Komentar
Posting Komentar