Langsung ke konten utama

LOVE OF MY LOVE

 

Source: http://pinterest.com 

Dearest, apa kabar?

Semoga dalam keadaan baik. Rasa-rasanya lama sekali kita tak bersua meski dalam maya. Terimakasih telah berkenan singgah pada beranda. Terimakasih karena telah memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk terus bertumbuh. Melalui tulisan-tulisan ini, aku ingin berbagi. Berbagi perihal makna kehidupan-yang sampai dengan saat ini diriku pun masih terus mencari. Membaca sebagai salah satu cara mencari dan merawat makna, rasa-rasanya begitu sangat disayangkan ketika aku harus menikmatinya sendirian. Maka dari itu, perkenankan diriku  untuk berbagi makna dalam sebuah buku karya Pongki Pamungkas yang berjudul Love of My Live; A Life and Management Wisdom. Dengan cinta dan kasih, sesungguhnya kita akan dapat menemukan kebijaksanaan dalam hidup. Selamat merawat diri dengan membaca penuh cinta!

 

# Series 1 ;

LOVE OF MY LOVE

“Bila Anda Mencintai apa-apa yang Anda miliki, Anda telah memiliki apa-apa yang Anda butuhkan.”

Kehidupan memerlukan kesedihan untuk memahami kebahagiaan, memerlukan kegaduhan untuk mampu mengapresiasi ketentraman, memerlukan ketidakhadiran untuk mampu menghargai kehadiran. Cinta dalam kehidupan kita adalah modal utama dalam mengarungi kehidupan yang berbahagia, sekaligus membuahkan manfaat bagi sesama. Sebagaimana menurut Arthur Rubinstein, pianis spesialis music klasik ‘Bia Anda mencintai kehidupan, kehidupan akan membalas Anda dengan kecintaan’.

Hidup dicintai oleh segenap lingkungan dan segenap orang adalah suatu nikmat yang luar biasa. Kehidupan seakan-akan pelangi yang akan menarik kita untuk lebih mengapresiasi kehidupan, termasuk mengapresiasi segenap lingkungan kita. Kehidupan bersifat resiprokal, bertimbal balik. Ketika kita membenci, maka akan dibenci. Ketika kita mencintai, maka kita akan dicintai. Kata Charles R. Swindoll seorang penulis dan pendidik ‘Kehidupan adalah 10 persen apa yang terjadi pada Anda dan 90 persen adalah bagaimana Anda bereaksi  terhadap apa yang terjadi.  Begitulah sedemikian besarnya porsi respons kita dalam kehidupan. Atinya, tuntutan agar membuat respons atas apa yang terjadi adalah porsi besar bagi kita dalam mengarungi kehidupan.

Les Brown, seorang motivator dan mantan polisi mengatakan ‘Terlalu banyak dari kita yang hidup bukan dengan mimpi-mimpi, melainkan dengan ketakutan’. Takut atau khawatir terhadap hal-hal yang datang adalah kesalahan berpikir yang melawan hukum alam, hukum-Nya. Siapa yang bisa tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang? Sebagian besar masalah kehidupan diakibatkan oleh dua ha besar: bertindak tanpa berpikir atau berpikir tanpa bertindak.

Menjalani kehidupan tanpa cinta adalah kehidupan yang hampa. ‘Jangan biarkan sesiapa yang datang pada kita kemudian pergi tanpa merasa lebih bahagia’. Bagaimana mungkin kita menebarkan cinta bila tak mencintai diri sendiri?

Harry S. Truman, Presiden Amerika zaman Perang Dunia II memberi nasihat ‘Jangan berdoa untuk meraih kehidupan yang mudah. Berdoalah untuk menjadi orang yang makin kuat dan tabah’.

Bukankah sejatinya demikian: Mana ada kehidupan yang selalu mudah? Mana ada kehidupan yang tak diwarnai bermacam-macam masalah? Mana ada hidup yang hanya diwarnai dengan tawa dan tanpa tangis?

‘Kehidupan adalah permainan, sedang cinta yang tulus adalah pialanya’ – Rufus Wainright.

____

**Dinarasikan di YPK Elsa Puteri, (20 April 2021; 04:51)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Maya, Selamat Wisuda

Source : ig @mayasofiachaca Malam ini, di dalam ruang kamar yang tidak terlalu terang namun cukup pencahayaan, akan kuceritakan tentang seseorang, yang jika ku hitung sudah sekitar lima tahun aku dan dia berada di Kota Lumpia ini. Kami dipertemukan dalam sebuah wadah organisasi mahasiswa (Pers Kampus). Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat menuliskan sajak untuknya. Tepat, di wisudanya pula saat meraih gelar Diploma. Perempuan, yang dengan segala semangat, kegigihan dan ketekunannya melancong dari Kota Bika Ambon menuju Kota Lumpia dengan membawa segudang mimpi yang ingin ia capai. Entah bagaimana tangan Tuhan bergerak, yang pasti Ia adalah sutradara yang paling handal. Aku tahu betul, dia adalah perempuan yang sangat gigih, mandiri, dan ceria. Dia sangat ambisius untuk mencapai hal-hal yang positif, termasuk di antaranya adalah  kompetisi dan prestasi. Terbukti, banyak prestasi yang sudah dicapai, aku akan mencoba mengingatnya, sebatas yang ku tahu. Di ...

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...