Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Perempuan di Ujung Senja

Kepada perempuan di ujung senja, Kehadiranmu bak rembulan di balik malam Cahaya yang begitu meneduhkan Membuyarkan segala lamunan Kepada perempuan di ujung senja, Pandanganku tertuju pada genggaman Lembaran-lembaran firman Mengalun bersama atmosfer kehidupan Kepada perempuan di ujung senja, Ribuan kata tak mampu lagi terucapkan Jutaan rasa tak dapat lagi terlampiaskan Rajutan asa kini bukan lagi harapan Mahkota kedamaian kini kau persembahkan ~ Sajak untuk saudari Perempuanku, Ananda Siti Mulya Saroh (Al-Hafidz) Semarang, (24/01/2018 ; 23:40)

Perempuan di Seberang

Malam terkadang menyisakan sepi memberikan ruang untuk menyendiri meluapkan segala emosi atau bahkan imajinasi malam ini, izinkan aku mengurai aksara untuk perempuan yang berada di seberang sana perempuan bermata teduh, perempuan tempat sesiapa berlabuh tempat segala pilu mengaduh teruntuk perempuan di seberang sana malam ini, aku menyalakan lilin sembari merangkum segala harapan merapal segala doa yang selalu ku panjatkan atas segala kedamaian, dan kebahagiaan, catatan perempuan di seberang Semarang, (23/01/2018 ; 20:58)

Menanti Kedatangan

Yang menarik dari kita adalah tentang kealpaan waktu tak pernah bertemu, pun begitu tak pernah berpisah ditelan waktu Aku semakin gamang pikiranku melayang terbang memporak porandakan apa yang ku sebut kenang detik di atas jam dinding itu kini semakin usang tergerus zaman, menanti kedatàngan, tentang kita, I K R I M A (student of UIN Sunan Ampel, Surabaya) Semarang, (23/01/2018 ; 15:55)

Menanti Sepuluh Tiga Puluh Tiga

Aku menyamankan diri di ujung kursi panjang, Sendiri, menanti detik jam menuju pukul sepuluh lebih tiga puluh tiga, Disudut ruang yang tak luas namun cukup ini nampak kerumunan orang menanti masinis tiba dengan tujuan  masing-masing Koper, tas, tak luput dari sudut dimana mereka duduk,  ah, mungkin mereka akan pergi jauh. Pikirku. Dihadapanku, terdapat  dua bocah kecil  keduanya memakai jaket, sepertinya ukurannya sama. Tinggi merekapun juga sama. Sesekali, mereka adu tonjok sewajar nya sembari menertawai keusilan tingkah masing-masing Aroma kopi di sebuah ruang, begitu pekat, Nampak dua orang pelayan mengumbar senyum saat mengetahui kedatangan konsumen Ah lagi lagi aroma kopi itu membuatku nyaman, Menjadikan imajinasi terbang melayang bebas di pusara awan Sesekali berharap keajaiban Tuhan akan datang, Menemani hariku nan panjang. catatan di sudut ruang, Pemalang, railway station (22/01/2018 ; 10:27)

S e m e s t a

Kepada semesta, kepada teduhnya senja kepada langit yang mulai melembam menjingga Ingin ku nikmati sisa hari menyesap aroma secangkir kopi seorang diri, Kau dan aku pernah merangkai sebuah cerita Merangkai masa depan bersama kau dan àku pernah bersama menjumput sejuta asa kau dan aku pernah berbagi roman bersama hingga romansa semakin tak terasa kini, jarak dan ruang semakin nyata.   asa tinggalah rasa ~ Nature of Prau Mountain Semarang, (21/01/2018 ; 21:16).

Bahagia Kita

Malam ini, Kubuka kembali catatan-catatan fatwa kehidupan Terlihat disana hanya tersisa lembaran-lembaran yang saat ini berubah menjadi kenangan Ku urai aksara demi aksara tempat berlabuh perasaan Tempat menggantungkan segala angan Kau tahu ? Lagi lagi semesta memiliki versi lain dalam mendefinisikan bahagia Bahagia bagiku, bukanlah melulu perihal asmara Bahagia, bukan hanya perkara materi pemuas dahaga Bahagia, adalah perihal sederhana penenang jiwa Lantas bahagia menurut mu seperti apa ? Mendekatlah, ceritakan kepadaku Hingga pada akhirnya nanti Bahagiamu menyatu menjadi, Bahagia kita Dan, Kita Bahagia. ~ a women filled with love, Kholishoh (Islamic religion education student) Semarang, (20/01/2018; 22:20).

Percakapan Dua Puluh Enam September hingga tiga belas Oktober

Teruntuk percakapan sepanjang dua puluh enam September hingga tiga belas Oktober ada seseorang yang begitu gelisah ditinggalkan sebuah nama nama yang tak pernah bosan berdetak di dada kirinya, nama yang dulu tak pernah membuatnya terluka namun kini meninggalkan sakit saat ia tak ada nama yang yang dipermainkan waktu dan jarak hingga akhirnya menuai kecewa candu yang semakin sekarat candu yang membuat hati semakin berkarat kepada pemilik nama, mengeja namamu aku kelu, mengingat kenang menjadikan otak ngilu namun apalah dayaku, semua telah berlalu wahai pemilik nama kini, yang tersisa hanyalah aku berjalan sendiri menabahkàn diri memantapkan hati mengisi hari sendiri, merengkuh cinta kepada sang Illahi. Semarang, (20/01/2018 : 18:08)

K A U

Beberapa aksara seketika menari mengalun sendu Frasa adalah sentuhan yang meredefinisi, tentangmu Seperti ada serupa Candu yang hendak kau ramu Kau; adalah halaman buku yang tak pernah usai kutulis adalah secangkir kopi panas yang kehangantannya tak ingin ku tebas adalah selembar kabut yang tak ingin kuusir saat terlintas adalah waktu yang tak pernah berhenti berdetik, menjadi debaran jantung yang membuatku terus bernafas adalah Kau, Semarang, (20/01/2017 ; 09:21)

Sajak Tak Bertuan

Ingin aku kecup satu persatu namun tak sempat; tulisan-tulisan dari percakapan kita yang telah lalu. Hingga pada masanya, biarkan rapalan-doa yang Merawat luka dan menjaga di sana Agar baik-baik saja. Semarang, (19/01/17 ; 12:34)

Happy Graduation, Gadis Sumatera

Proud of you. . Hari ini, bukanlah akhir dari segala proses Justru, hari ini adalah titik awal untuk mu berjuang Berjuang mengamalkan segala ilmu Berjuang menghadapi realita kehidupan Berjuang demi mereka yang terkasih, Semoga Tuhan selalu memberkahi.. proud of you, Happy Graduation, My Beloved Sister ~ Maya Sofiah, A.Md,  gadis cerdas Sumatera (Semarang, 18 Mei 2017)

Bank Sampah; Solusi Permasalahan Lingkungan dan Ekonomi

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan memiliki kecenderungan yang semakin meningkat. Jumlah penduduk di Indonesia sebagaimana yang dilansir dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 sebesar 237.641.326 juta jiwa. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan   penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035. Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia tanpa disertai tersedianya lapangan pekerjaan menjadi permasalahan tersendiri. Kenaikan jumlah penduduk juga berpengaruh terhadap kegiatan pemenuhan kebutuhan. Terlebih masyarakat Indonesia yang notabene merupakan masyarakat konsumtif. Hal ini memicu semakin   meningkatnya volume sampah. Sampah saat ini menjadi masalah yang sangat krusial. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan   Hidup (KLH) bahwa jumlah peningkatan timbunan sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton/hari atau setara 64 juta ton/tahun. Minimn...

Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

In politics if you want anything said, ask a man, If you want anything done, ask a women. (The Iron Woman, Margareth Hilda Thatcher) Peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan. Dalam keluarga misalnya, perempuan dijadikan motor penggerak segala keperluan rumah tangga, yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai 3M, macak, masak,manak . Namun dalam ranah sosial, eksistensi   perempuan sempat mengalami kemunduran, terutama saat berlakunya patriarkhi, yang mana menganggap bahwa laki-laki memliki kedudukan lebih tinggi dibanding perempuan . Istilah domestikasi, marginalisasi dan pengiburumahtanggan menjadi platform tanpa memandang kelas sosial perempuan berasal. Pengusungan kesetaraan gender saat ini, nampaknya telah sedikit membuahkan hasil, hal ini terlihat pada partisipasi perempuan dalam pentas panggung politik. Sebelum Indonesia menjadi Negara demokrasi, potret partisipasi perempuan dapat kita tilik pada era kolonialisme Belanda.   Dalam k...

Polemik JKN, Mandataris DEMA-U Bacakan Press Release di Hadapan Birokrasi

  Menindaklanjuti pengumuman nomor B-4285/Un.10.0/B1/KU.00.1/12/2017 tertangal 29 Desember 2017 tentang kewajiban melaporkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasioal (JKN- red ) secara online, maka pihak birokrasi UIN Walisongo Semarang adakan pertemuan terkait penjelasan teknis tentang Jaminan Kesehatan Nasional.   Acara dilaksanakan   di Ruang Sidang Rektorat Lantai 3, Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (4/01/2017). Acara yang berlangsung sejak pukul 09.10 tersebut dihadiri oleh berbagai elemen, yaitu tim BPJS kota Semarang, Wakil Rektor, Wakil Dekan, Kepala biro AAKK dan AUPK, Kepala PTIPD, Kepala Poliklinik, Kepala Bagian, Kasubag, Ketua Dema dan Senat Mahasiswa Universitas dan Fakultas, Lembaga Pers Mahasiswa serta tak ketinggalan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Dr. Bimantoro R, AAK selaku Kepala Cabang Semarang turut hadir dan memberikan penjelasan di acara tersebut. Ia menuturkan bahwa program JKN yang saat ini melibatkan mahasiswa merupakan salah...

Sekotak Bakpia

Sekotak Bakpia ini, Menemani malam panjangku Sepi, Sendiri, Hanya atmosphere sisa-sisa senja Yang sayup terdengar Sekotak Bakpia malam ini, Menemani malam panjangku Bersama secarik kertas, Kuayunkan jemariku, Menyusuri kata demi kata Sekotak Bakpia darimu ini, Yang akan setia menemani Menikmati alunan gemercik air hujan Yang mengalun bersama melodi keindahan Dari-Nya, Sang pemilik Jiwa (Semarang, 3 Januari 2018 ; 20 : 10)

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri Membiarkan lembar demi lembar terbalik Bersama kawanan angin, Aku yang saat ini tengah sendiri Membiarkan butiran air menetes dari pelupuk Aku yang saat ini tengah sendiri Di ujung sudut ruang ini Tersiksa, Rindu yang semakin menghujam Menanti sebuah ruang, Pertemuan, Aku yang tengah sendiri Mengaduh, Meratapi rindu, Yang semakin kelu (2 Januari 2017 : 12:06)