Langsung ke konten utama

Postingan

Merawat Sang Pemberi Kehidupan

Source : Pinterest.com Hari-hari begitu gelap dilalui. Setiap langkah kaki, selalu dipayungi awan mendung nan hitam. Hanya tinggal menunggu rintik itu turun ke bumi. Hari ini, esok, atau entah.. Ingatanku, kembali melesat pada September 2020 silam.. __ Tulisan ini tentang kehilangan. Kehilangan yang tidak akan pernah kembali lagi. Kehilangan yang telah digariskan tanpa kita pernah tau pasti. Dan tulisan ini, untuk mengajarkan tentang arti kehilangan. Malam itu, aku berangkat menuju ke Semarang. Perjalanan ku lalui menggunakan transportasi kereta. Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, jumlah penumpang jauh berbeda. Kursi tempat duduk pun diatur sedemikian rupa untuk meminimalisir penularan covid-19. Sebelumnya, aku diantar oleh Bapak dan Kakak Ipar ku menuju stasiun Pemalang, stasiun keberangkatan. Seperti biasa, saat kereta sudah tiba di stasiun, aku berpamitan dan seperti biasa, Bapak selalu meniup ubun-ubun ku sembari melangitkan doa untuk kebaikan dan segala kela...
Postingan terbaru

Mencintai Adalah Suatu Keputusan

Source: http://pinterest.com   “Sekuntum bunga tak akan merekah indah tanpa sinar matahari, sebagaimana manusia tak akan mampu hidup tanpa cinta” - Max Muller  Konon, pelajara dasar pertama untuk menjadi manusia yang bermanfaat adalah konsisten menerapkan prinsip memberi sebanyak mungkin dan menerima (meminta) sedikit mungkin. Suatu contoh klasik yang layak menjadi acuan kita adalah perilaku Ibu terhadap anak-anaknya. ‘Dari segala pemberian atau hadiah yang ditawarkan kehidupan, kasih sayang Ibu adalah hadiah terbesar’. Ia memberi segalanya tanpa pamrih apapun, tanpa mengharapkan balasan apapun. Semua dilakukan semata-mata karena kasih sayang tiada tara terhadap anak-anaknya. Cinta kasih sejati adalah memberi.  Sebagian besar manusia senantiasa mendambakan cinta dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana manusia mengharapkan udara bersih yang menyehatkan hidup dan kehidupan. Namun, dalam realita kehidupan, terdapat pula orang yang seakan-akan tak mengenal cinta kepada sesam...

LOVE OF MY LOVE

  Source: http://pinterest.com   Dearest, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik. Rasa-rasanya lama sekali kita tak bersua meski dalam maya. Terimakasih telah berkenan singgah pada beranda. Terimakasih karena telah memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk terus bertumbuh. Melalui tulisan-tulisan ini, aku ingin berbagi. Berbagi perihal makna kehidupan-yang sampai dengan saat ini diriku pun masih terus mencari. Membaca sebagai salah satu cara mencari dan merawat makna, rasa-rasanya begitu sangat disayangkan ketika aku harus menikmatinya sendirian. Maka dari itu, perkenankan diriku   untuk berbagi makna dalam sebuah buku karya Pongki Pamungkas yang berjudul Love of My Live; A Life and Management Wisdom. Dengan cinta dan kasih, sesungguhnya kita akan dapat menemukan kebijaksanaan dalam hidup. Selamat merawat diri dengan membaca penuh cinta!   # Series 1 ; LOVE OF MY LOVE “Bila Anda Mencintai apa-apa yang Anda miliki, Anda telah memiliki apa-apa yang Anda b...

Macrame; Seni Bermain Simpul dan Bermimpi

  Picture: Macrame Dream Catcher   Dear encycoffedia readers, apa kabar? Lama sekali ya, kita tidak saling bertegur sapa. __ Terhitung hampir enam bulan negeri ini dilanda pandemi. Membaca pemberitaan di koran maupun di platform media sosial membuat pikiran semakin sumpek. Mau berdiam diri atau melakukan aktivitas di dalam rumah, jenuh. Belum lagi kalau ada hal (termasuk pekerjaan) yang harus diselesaikan dan mengharuskan keluar rumah,   rasa was-was selalu menghantui.   Serba salah. Karena itulah, entah sejak kapan aku tidak pernah lagi mengikuti pemberitaan pandemi covid-19 sampai dengan saat ini. Merasa lebih lega, Namun harus tetap berhati-hati. Untuk mengalihkan fokus perhatian, aku mulai mencoba mempelajari seni Macrame . Tentu, hal ini tidak serta muncul begitu saja. Bahkan, kata macrame saja aku baru tahu sekitar tiga atau empat hari yang lalu. Saat berselancar pada platform media sosial instagram. Awalnya, tak kusadari ternyata jemariku singgah p...

EKSPEKTASI

source: http://pinterest.com “ Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia” -           Ali Bin Abi Thalib Dear Encycoffeedia readers, apa kabar? Lama sekali rasanya kita tidak pernah bertegur sapa. Kita tidak pernah berjumpa dalam beranda. Semoga dalam keadaan semangat dan berbahagia, ya. Tulisan sederhana ini berawal dari kegelisahan, yang penulis secara pribadi rasakan. Dan juga, berasal dari respon-respon viewers history watsap yang sudah berkenan berkomentar atas dua pertanyaan. Pertanyaan ini penulis anggap sebagai bahan riset kecil-kecilan. Dua pertanyaan itu adalah;   “Pernah gak sih kita berekspektasi?” “Apa yang kita rasakan kalau ekspektasi tidak sesuai dengan realita?” Kepada kamu yang sudah merespon dua pertanyaan ini, penulis ucapkan terimakasih. Terimakasih banyak sudah berkenan berbagi pandangan dan pengalaman yang luar biasa kepada p...

Tentang Bertambah Usia

source: pinterest.com “ Bertambah usia berarti bertambah pula syukur kepada Tuhan..” Hari ini, tepat seperempat abad usiaku. Pada tanggal dan bulan ini, aku dilahirkan ke dunia dari rahim perempuan yang sangat luar biasa. Didampingi oleh laki-laki yang luar biasa pula. Perempuan dan laki-laki yang sampai saat ini dan selamanya aku panggil sebagai ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Dearst, Terimakasih banyak atas ucapan-ucapan, atas doa-doa yang dipanjatkan, atas segala harapan-harapan yang baik. Semoga Tuhan mengabulkan menjadi kebaikan-kebaikan yang memberi manfaat, tidak hanya untuk diriku tetapi juga mereka yang berada disekelilingku. Mohon maaf dengan sangat, apabila aku tidak membalas. Tapi percayalah aku dengan amat sangat bahagia mendapatkan ucapan dan doa-doa itu. Dan aku, dengan penuh kesadaran diriku, melangitkan doa yang sama kepadamu untuk segala kebaikan-kebaikan mu. Bertambahnya usiaku saat ini, aku hanya ingin mengalienasi diri dari ceremony ucapan, pula perayaan. ...

Imago Dialogue; Seni Komunikasi Mengenal Pasangan

  source: Pinterest.com Membicarakan pasangan, apakah kamu sudah memiliki pasangan? Pernahkah kalian mengalami konfik dalam hubungan? Bagaimana cara kamu mengatasi dan menyelesaikan konflik? Sebelum menarasikannya lebih lanjut, aku mau disclaimer dulu nih. Memang, sebagai penulis yang selama 24 tahun masih single , bukan berarti aku asal-asalan menulis ini. Tulisan ini adalah hasil pemahaman mendengar melalui proses berfikir dari sebuah podcast dalam aplikasi Inspigo bertema Mengenal Pasangan melalui Konflik dengan narasumber Rani Anggraeni, seorang Couple relationship   therapist sekaligus self improvement coach yang hari ini secara khusus aku dengarkan. Jadi, tetap valid ya Gais sumbernya. Hehe *** Membicarakan mengenai pasangan, tentu setiap   orang memiliki subjektifitas masing-masing, baik perempuan maupun laki-laki. Dalam menjalin hubungan atau relationship tentu tidak terlepas dari yang   namanya konflik. Baik konflik yang terjadi karen...